Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Sengketa Lahan
Eksekusi Tanah Pabrik Sepatu, Ancam Ribuan Pekerjanya
Thursday 21 Jun 2012 15:09:58

Ilustrasi demo buruh (Foto: Ist)
SURABAYA (BeritaHUKUM.com) – Ribuan buruh perusahaan sepatu PT Cinderella Villa Indonesia (CVI) terancam kehilangan pekerjaan. Pasalnya Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, akan mengeksekusi tanah sengketa antara CVI dengan PT Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) Pendawa yang dijadwalkan pada 28 Juni mendatang.

Untuk itu, para pekerja CVI mendatangi Gedung PN Surabaya, Kamis (21/6). Untuk menuntut pembatalan eksekusi tanah tersebut.

Menurut koordinator lapangan, Donny Ariyanto, apabila eksekusi ini tetap dilaksanakan setidaknya akan ada 2.700 karyawan yang akan kehilangan pekerjaan dan tidak mendapatkan hak-haknya.

“Ketika eksekusi ini dilakukan, maka yang menjadi korban adalah para karyawan yang ada di dalamnya. Karena dari pihak yang bersengketa saling lempar tanggung jawab dalam nasib para buruh yang ada,” ungkapnya saat dihubungi wartawan.

“Kalau eksekusi ini tetap dilakukan, maka benar-benar keadilan di Indonesia memihak yang berkepentingan dan melupakan orang-orang kecil,” tambah Donny.

Sebelumnya, PN Surabaya sebagai eksekutor telah melayangkan pemberitahuan kepada pihak PT CVI dan telah diketahui oleh para buruhnya. Sayangnya, karyawan tidak mendapatkan kepastian nasibnya setelah eksekusi ini.

Sementara, Agus Pambudi, Humas PN Surabaya, menyatakan bahwa eksekusi ini telah dijadwalkan. Sehingga pembatalan tidak bisa dilakukan. Namun, pihak PN Surabaya memberikan jalan pada tanggal 26 nanti untuk mempertemukan antara para pihak yang terkait. “Kita hanya bisa memberikan ruang kepada para pihak-pihak yang terkait untuk memastikan bagaimana kepastian setelah eksekusi dilakukan,” tandasnya.

Perlu diketahui pada 14 Juni 2011 lalu, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya gagal mengeksekusi lahan di Jalan Tanjungsari 73-75 tersebut karena mendapat perlawanan hebat dari ribuan buruh CVI. Eksekusi tertunda hingga sekarang.

Sekedar informasi, tanah yang sudah berdiri pabsik sepatu dengan ribuan karyawan di Jalan tanjungsari 73-75 diperkarakan oleh Moeksaid Suparman (PT EMKL Pendawa) sebagai pemohon eksekusi melawan Rachmat Bhakti sebagai termohon eksekusi.(spc/red)


 
Berita Terkait Sengketa Lahan
 
TNI AD Akhirnya Memenangkan Kasus Sengketa Lahan Kaliurang Km 5,8 Caturtunggal
 
Kuasai Lahan Mengaku Atas Nama Kerajaan Kutai, Oknum Juga Membakar Lahan dan Dilaporkan ke Polisi
 
Penunjukkan Kawasan Hutan dari Lahan Pengganti PT. Holcim di Blitar Harus Dibatalkan
 
Terkait Konflik Lahan, Seskab Terbitkan Surat Edaran
 
Daerah Rentan Terhadap Konflik, Dua Gubernur Dukung BIG Buat Peta Rupabumi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]