Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Petasan
Edarkan Ribuan Petasan, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi
Thursday 04 Aug 2011 19:19:29

BeritaHUKUM.com/riz
PAMULANG-Aparat Polsek Metro Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengamankan ribuan petasan dan kembang api dari seorang ibu rumah tangga berinisial J (41), warga jalan Akasia, RT 03/018, Pamulang Timur, Pamulang, Tangerang Selatan.

“Rencananya petasan dan kembang api ini mau dijual dan baru beberapa hari diperoleh dari kawasan di Jakarta Barat,” kata Kepala Polsek Metro Pamulang Komisaris Zulkifli Muridu, Rabu (3/8).

Mantan Tim Densus 88 itu menjelaskan, pelaku mengaku atas suruhan suaminya menjajakan petasan. Sedangkan jenis petasan yang berhasil disita antara lain, janwe, teko, korek, petasan banting, kembang api dan lainnya.

Zulkifli menegaskan, sejak sebelum Ramadan pihaknya telah mewanti-wanti kepada pengedar dan pemain petasan. Lantaran benda tersebut selain dapat membahayakan keselamatan warga juga menganggu kenyamanan umat muslim yang tengah beribadah.

“Petasan ini bisa menyebabkan kebakaran dan mengganggu warga yang sedang beribadah. Makanya kita sangat melarang dan kalau tertangkap tangan selain disita juga pengedarnya ditahan,” jelas Zulkifli.

Atas perbuatannya mengedarkan bahan peledak atau petasan dengan UU Darurat Nomor 12/1951 Pasal 1 Ayat 1 kesatu KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. “Laporkan segera bila masyakarat menemukan diwilayahnya ada yang memproduksi atau menjual petasan,” imbuhnya.

Hingga akhirnya ribuan petasan dan kembang api berbagai jenis itu langsung direndam ke dalam air. Sedangkan pedagang petasan hanya tertunduk lesu melihat barang dagangannya basah disita petugas.(riz)



 
Berita Terkait Petasan
 
• Polri Didesak Usut Tuntas Penyebab Ledakan di Kosambi
 
• Bos Pabrik Petasan yang Meledak Indra Liyono Sedang Diperiksa Dirkrimum
 
• Sedikitnya 47 Tewas, Polisi Periksa Pemilik Pabrik Petasan Meledak Terbakar
 
• Bahan Peledak dan Puluhan Ribu Petasan Disita dari Tangerang
 
• Jelang Ramadhan Polisi Incar Distributor Petasan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]