Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Golkar
ETOS Indonesia: Nama Ridwan Hisjam Menguat Menuju Golkar 1
2019-11-16 20:42:45

Direktur ETOS Indonesia, Iskandar dalam konferensi pers bertajuk "Menuju Kursi Golkar 1".(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Di tengah sengitnya pertarungan Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo menjelang Munas Partai Golkar yang akan digelar pada Desember mendatang, nama Ketua DPP Golkar Ridwan Hisjam menguat dalam bursa caketum Partai Golkar.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah saat menyampaikan hasil survei ETOS Indonesia Institute. Dari hasil survei itu, Ridwan Hisjam banyak dipilih oleh responden dengan tingkat keterpilihan 35.7 persen.

"Dua nama menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar yang paling banyak dipilih responden yaitu Ridwan Hisyam (35,7), Airlangga Hartarto 32,1 persen, Bambang Soesatyo 28,1 persen, dan sedangkan sisanya adalah Indra Bambang Utoyo 4 persen," kata Iskandarsyah, di Jakarta, Jum'at (15/11).

Menurut Iskandarsyah, dari hasil survei itu diperoleh 63 persen responden yang menginginkan pergantian kepemimpinan pusat partai.

Lebih lanjut, Iskandarsyah mengatakan bahwa Ridwan Hisjam banyak dipilih oleh kader Golkar di DPD 1 Jawa Timur, Yogyakarta, dan Banten.

"Ini adalah masyarakat yang mempunyai hak pilih profesional muda dan kader Golkar yang kita minta (wawancara)," jelas dia.

Dalam kesempatan sama, Iskandar mengungkapkan alasan responden atau kader Golkar memilih Ridwan Hisjam. Kata Iskandar, sosok Ridwan Hisjam banyak dipilih kader Golkar lantaran sikap loyalitas dan kapasitasnya yang sudah teruji.

"Beliau adalah kader militan Golkar dan pernah menjadi Ketua DPD Jawa Timur," tukasnya.

Iskandarsyah mengatakan bahwa survei ini dilakukan 19 sampai 30 Oktober 2019 dengan responden seluruh warga negara Indonesia yang merupakan simpatisan, anggota dan fungsionaris Partai Golkar. Jumlah sampel sekitar 1.000 orang.

Dia menjelaskan berdasarkan jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar sekitar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(ok/bh/amp)


 
Berita Terkait Partai Golkar
 
• Ditanya soal 'Raja Jawa' yang Disinggung Bahlil, Begini Respons Sri Sultan HB X
 
• Munas XI Partai Golkar Digugat ke PN Jakarta Barat,Begini Nasib Bahlil Sebagai Ketum Baru?
 
• Buka Fun Football Pekan Olahraga KAHMI, Bamsoet Tegaskan Capres Golkar Airlangga Hartarto
 
• Henry Indraguna Masuk Daftar Dewan Pakar Partai Golkar Masa Bakti 2019-2024
 
• Henry Indraguna Kini Menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]