Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Dugaan Kasus Hukum Indra Charismiadji, Pengamat Tegaskan Harus Diproses Secara Transparan
2022-01-08 17:49:52

Ilustrasi. Patung Dewi Keadilan (Themis).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat hukum Rusmin Effendy meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam dunia pendidikan, yang diduga dilakukan pengamat pendidikan, Indra Charismiadji.

"Kasus ini harus diusut tuntas secara transparan, berkeadilan dan sesuai dengan presisi Kapolri. Kepolisian harus menyelesaikannya secara adil dan menghukum mereka yang terlibat," ujar Rusmin kepada wartawan, Jum'at (7/1).

Sementara, aktivis masyarakat sosial Tri Wulansari mengkritisi lambannya penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam dunia pendidikan yang dilaporkan Saeful sejak tahun lalu.

"Seharusnya penyidik di Polres setempat mampu bekerja maksimal dalam merespon dan menangani berbagai laporan masyarakat," kata Tri Wulansari.

Menurut aktivis yang juga kerap menerima berbagai keluhan masyarakat ini, menyatakan apabila ada warga masyarakat yang laporannya berlarut-larut, maka bisa melaporkan ke Propam Mabes Polri.

"Melapor ke Propam Mabes Polri berguna agar siapa pun yang menerima dan menyidik kasus yang dilaporkan masyarakat, akan ditegur," ucapnya.

Sebelumnya, Seprayogi Linel selaku Kuasa Hukum Saeful yang melaporkan pengamat pendidikan Indra Charismiadji, mengatakan proses hukum terhadap Indra Charismiadji masih terus dilakukan. "Masih akan ada lanjutan pemeriksaan, rencana Senin 10 Januari 2022 kami akan ke Polres Jakarta Barat," tuturnya.

Saeful selaku pelapor mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kegigihan Polisi dan penyidik dalam merespon laporan masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada polisi, penyidik yang telah bekerja dengan baik, sehingga terlapor yaitu Indra Charismiadji bisa dihadirkan serta menjalani proses hukum," ucap Saeful di Polres Jakarta Barat, Senin (9/11/2020) lalu.(bh/mdb)


 
Berita Terkait Penipuan
 
• Dugaan Penipuan Terhadap Mantan Direktur PT. LDS, Eksepsi Kuasa Hukum: Bukan Perkara Pidana Ternyata Perdata
 
• Bekas Karyawan Pinjol Jual Data Nasabah Catut Nama Bank BCA Ditangkap Siber Polda Metro
 
• Angelin Pemilik Toko SJP dan SJT Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Penipuan Rp 4 Milyar
 
• Empat Pria Penipu Tiket Konser Coldplay Ditangkap di Sulawesi Selatan
 
• Polisi Tangkap 55 WNA terkait Dugaan Penipuan melalui Media Elektronik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]