Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Jakarta
Dubes Korsel Undang Jokowi Studi Banding Atasi Banjir
Friday 15 Feb 2013 20:30:59

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Saat bertemu dengan Duta Besar Korea Selatan,Kim Yeong Seon di Balaikota DKI Jakarta, Jum'at (15/2).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Yeong Seon. Masalah banjir masih menjadi fokus pembicaraan keduanya. Bankan, Kim Yeong Seon mengundang Jokowi melakukan studi banding penanganan banjir di negaranya.

"Pejabat-pejabat di Indonesia mau diundang ke Korea Selatan supaya mereka bisa melihat bagaimana sistem penanggulangan banjir di sana.

Karena di Korea Selatan juga ada banyak hujan. Maka pengalamannya banyak," kata Kim, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (15/2).

Hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan bilateral antar kedua negara. "Terus kita membicarakan nanti bekerja lebih erat untuk menanggulangi bencana banjir di Jakarta dan masalah kemacetan juga.

Jadi kerjasama antara Korea Selatan dan Indonesia diharapkan akan semakin erat dan dekat," ujarnya. Pada kesempatan itu, Dubes Korea Selatan juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Jakarta berupa seragam sekolah, sepatu, dan alat tulis

Kerja sama lainnya yang akan dilakukan yakni membangun pembangkit listrik atau pure cell power plant di kawasan Ancol . Pembangkit listrik yang dibangun ramah lingkungan serta bebas polusi, bahkan memiliki efisiensi sangat tinggi.

"Sekarang sedang membangun pembangkit listrik tersebut, mungkin sebentar lagi akan diselesaikan. Kita bisa memproduksi listrik untuk DKI Jakarta.

Jadi tadi Pak Jokowi sudah janji dan menaruh perhatian. Diharapkan dalam dua atau tiga bulan yang akan datang bisa diselesaikannya," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, dirinya ingin lebih fokus mengkonkritkan proyek yang akan dikerjakan oleh Korea selatan di Jakarta, baik yang berkaitan dengan penanganan banjir dan kemacetan

Untuk penanganan banjir pihak Korea Selatan akan melakukan restorasi Kali Ciliwung yang berada di Pasar Baru. "Diperkirakan desainnya selesai April dan Juni sudah mulai di lapangan," kata Jokowi.

Sementara untuk penanganan kemacetan yakni membangun angkutan massa kereta api yang menghubungkan Jabodetabek.

Namun pembicaraannya masih tahap awal. "Ini masih tahap awal nanti akan dibicarakan lebih lanjut," tandasnya, Demikian seperti yang dikutip dari beritajakarta.com, pada Jum'at (15/2).(ags/brj/bhc/rby)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]