Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Dua Tersangka Narkoba Asal Taiwan Tewas dengan Barbuk 12 Kg Sabu
2017-03-06 20:05:34

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (6/3).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan dua dari enam orang tersangka pengedar total barang bukti (Barbuk) 12,5 kg sabu tewas ditembak usai melawan saat dilakukan penangkapan.

"Dua tersangka KCH dan LCH asal Taiwan. Terhadap tersangka KCH terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur, karena saat penangkapan KCH berusaha melawan dengan merebut senpi petugas. KCH meninggal saat perjalanan ke Rumah Sakit," ungkap Irjen M Iriawan di Polda Metro Jaya, Senin (6/3).

Hal yang sama juga dilakukan Polisi kepada tersangka GAC yang diamankan bersama 1 kg sabu di pintu toll Cibubur. Saat penangkapan, Polisi akhirnya melakukan pengembangan temuan 1 kg Ketamin.

"Saat pengembangan, tersangka GAC menyerang petugas sehingga harus kita tindak tegas. GAC pun meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan pihaknya berhasil mengamankan peredaran 12 kilogram sabu. Barang haram ini diakui berasal dari Taiwan.

"Barang ini dari Taiwan. Jaringan Taiwan udah mulai masuk ke Indonesia. Ini dikirim lewat ekspedisi masih diselidiki pengiriman dari Taiwan lewat darat atau Udara," kata Kapolda.

Pengungkapan ini dilakukan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari pengungkapan ini, Polisi juga ikut mengamankan 6 orang tersangka. Masing-masing GAC, MFL, ST, LHC, KCH dan DR.

"Di TKP pertama diamankan GAC, MFL dan ST. Di TKP kedua diamankan LHC, KCH dan DR," ujarnya

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.(bh/as)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]