Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pencurian
Dua Pemuda Ditabrak Polisi, Usai Mencuri Spion Mobil
Sunday 20 May 2012 05:26:35

Ilustrasi pencuri kaca spion mobil (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Nasib sial menimpa, T (18) dan M(22). Pasalnya saat melakukan aksi pencurian kaca spion mobil Alphard di lampu merah Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5). Keduanya ditabrak polisi yang kebetulan sedang berpatroli.

Kejadian ini bermula ketika korban yang berinisial R (57) yang mengendarai mobil Toyota Alphard, berhenti di Lampu Merah, Gunung Sahari. Tiba-tiba, kedua pelaku yang mengendari sepeda motor mendekati mobil R dan langsung berusaha mencongkel spion kanan mobil mewah tersebut.

Melihat ada yang mencongkel mobilnya, R pun langsung menegur kedua pelaku . Karena aksinya ketahuan, pelaku pun kabur kea rah Mangga Besar. Beruntung anggota polisi yang kebetulan sedang berpatroli di lokasi, langsung mengejar pelaku dan menabraknya.

“Anggota kita yang kebetulan sedang patroli di lokasi dan langsung melakukan pengejaran. Karena keduanya berusaha kabur, petugas terpaksa menabrak motor pelaku,” ujar Kapolsek Sawah Besar, Kompol JR Sitinjak saat dihubungi wartawan.

Keduanya pun roboh, dan langsung menjadi amukan massa yang kebetulan berada di lokasi. “untungnya polisi langsung mengamankan pelaku dan langsung mengriring keduanya ke kantor Polsek Sawah Besar,” lanjut Sitinjak.

Kini keduanya, mendekam di Polsek Sawah Besar dan di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Sekedar informasi, satu buah kaca spion Toyota Alpard bisa mencapai Rp 8,5 juta. Jika beli spion sepasang dan berikut ongkos pemasangan maka bisa mencapai Rp 18 juta.(inc/bie)



 
Berita Terkait Pencurian
 
• Polda Kaltim Menangkap 4 Pelaku Pencurian Monitor Alat Berat di Lokasi Proyek IKN
 
• Tidak Terbukti Dalam Dakwaan Jaksa, Majelis Hakim PN Samarinda Vonis Bebas Terdakwa Rizki Rinaldi
 
• Kasus Jagal Kucing di Medan, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan
 
• 7 Pelaku Spesialis Pencurian Sepeda Dibekuk Jatanras Polda Metro Jaya
 
• Begini Modus Pelaku Gasak Handphone Pegawai Jasa Pengiriman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]