Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Ditinggal Pesawat, Kadis Pasar Samarinda Mengamuk di Bandara Balikpapan
2016-12-10 22:44:06

Suasana saat keributan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Bagian boarding pass yang berdekatan dengan pintu masuk keberangkatan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan adalah bandar udara yang melayani penerbangan untuk Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I pada, Rabu (7/12) siang lalu tiba-tiba terjadi keributan, yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pasar Samarinda dan teman teman, hingga membuat beberapa orang petugas Satpan pengamanan bandara melerai keributan tersebut.

Saat di lokasi kejadian, pewarta melihat sekitar 5 atau 6 orang yang diantaranya Sulaiman Sade, Kepala Dinas (Kadis) Pasar Samarinda yang marah dengan melontarkan kata-kata yang cukup keras kepada petugas bandara, dan diantaranya ada pula yang dengan nada marah sambil memukul meja bagian bording.

Informasi yang diperoleh pewarta dari salah seorang satpam pengaman bandara bahwa, keributan terjadi akibat mereka yang seharusnya terbang bersama pesawat Batik air dengan tujuan Jakarta, namun mereka tertinggal pada hal mereka sudah masuk keruang tunggu lebih awal, jelas Sumber.

"Mereka marah-marah sambil mukul meja, akibat mereka tertinggal pesawat, mereka seharusnya terbang dengan pesawat batik air tujuan Jakarta. Beberapa kali di panggil melalu informasi namun mungkin mereka asik ngobrol, jadi mereka tidak dengar panggilan, ya pesawatnya sudah berangkat mereka tertingal," ujar sumber Satpam tersebut.

Pantauan pewarta Kepala Dinas Pasar Samarinda, Sulaiman Sade dan teman teman di panggil oleh manajemen batik air di bandara untuk memberikan penjelasan.

Sulaiman Sade, Kepala Dinas Pasar Samarinda yang ingin di mintai komentarnya pada, Rabu (7/12) melalui call mobile maupun pesan SMS, namun tidak ada jawaban.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
• AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
• Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
• Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
• Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
• Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]