Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Politik
Diskusi Politik Caleg Muda 2014, Meet The Politician
Tuesday 11 Mar 2014 23:00:21

Pemaparan Visi dan Misi calon Anggota Legislatif DPR-RI 2014-2019 dan Diskusi terbuka; Pembicara: Firman Abadi (Dibo Piss), Caleg DPR-RI dari PAN (kiri), Rommy Caleg DPD-RI (tengah), Camellia Panduwinata Lubis (Camel Petir), Caleg DPR-RI dari PKPI (kiri).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Meet The Politician merupakan salah satu program yang di canangkan oleh SOGA Institute di Bidang Humanity, program di selenggarakan agar mendekatkan para calon wakil rakyat atau praktisi politik dengan masyarakat.

Hadir dalam diskusi ini; Firman Abadi alias Dibo Piss, Caleg DPR-RI dari PAN, menurut Dibo dirinya akan berjuang apa yang akan dilakukan untuk masyarakat, generasi muda dengan image politik itu mahal.

"Jika generasi muda mau berpolitik jangan di anggap politik itu suatu yang mahal, politik merupakan kepercayaan dari masyarakat, dan masyarakat juga harus ikut dalam partisipasi dalam pemilu 2014," ujar Firman Abadi, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).

Sementara Rommy sebagai Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta menyatakan, memilih maju sebagai Caleg DPD karena menganggap selama ini sudah berjuang dengan yayasan yang di milikinya di dunia pendidikan dan telah banyak membantu masyarakat lemah, Rommy merasa terpanggil untuk terjun ke dunia politik, yang di kenal dengan panggilan akrab, si anak kampung.

"Pemilih Jakarta sangat sulit di taklukkan, berdasarkan pengalaman saya dilapangan, ketika mencari dukungan, ada masyarakat yang langsung menyatakan, kalau saya kasih KTP kepada kamu, kamu mau kasih apa? walaupun susah, namun persyaratan mengumpulkan 3.000 KTP dapat terpenuhi," ujar Rommy.

Sementara Caleg DPR-RI dari PKPI Camellia Panduwinata Lubis atau yang lebih akrab dan dikenal Camel Petir berpendapat bahwa, semua warga memiliki hak yang sama di kancah politik.

Jangan yang lama-lama saja terpilih, idealisme kami dapat membawa perubahan di Senayan sana, kami yang baru dapat merubah suasana, dengan politik yang benar dan jangan Golput.

"Saya memilih partai PKPI karena, jodoh saya berjuang dan saya memintanya sama Allah, karena saya tahu saya juga belum punya apa-apa, ya kalau belum duduk juga artinya belum garis tangan saya, jangan banyak meminta sama masyarakat yang kita bantu, jangan sampai stres kalau tidak terpilih," tegas Camel Petir.

Camel juga kepingin Idealis, agar dirinya nanti dapat mewarnai pemerintahan Indonesia, Camel paham betul, tugas DPR-RI itu membentuk UU dan mempengaruhi masyarakat Indonesia.

"Saya nantinya mau duduk di komisi X jika dipercaya oleh masyarakat, karena latar belakang saya sebagai atlet Taekwondo," pungkas Camel Petir.(bhc/put)


 
Berita Terkait Politik
 
Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
 
Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
 
Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
 
Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
Syahganda Nainggolan Desak Jokowi Terbitkan Inpres Agar Menteri Tak Bicara Politik Sampai 2023
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]