JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam pengembangan dugaan tindak pidana korupsi 8 kapal kayu 30 GT, yang diperuntukkan bagi para nelayan Banten, hari ini memanggil 1 orang saksi.
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi membenarkan pemanggilan tersebut, namun dijelaskannya bahwa 1 orang saksi yaitu Alimus yang merupakan Direktur Utama PT Pasibu Jaya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.
"Benar, hingga pukul 15:00 WIB ditunggu penyidik namun Alimus tidak hadir," kata Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan, Kamis (4/4).
Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan H. Mahyudin dan Ade Burhanuddin, sebagai tersangka yang berasal dari dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Banten. Seorang tersangka lain bernama Alimudin dari perusahaan pembuat kapal.
Para tersangka ditetapkan sejak 28 Desember dan dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana kasus ini bermula setelah diketahui bahwa proyek pembangunan 8 unit kapal kayu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan provinsi Banten tahun anggaran 2011, dengan anggaran Rp 12 miliar ini ternyata spek kapal tidak sesuai alias abal-abal.(bhc/mdb) |