Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Diperkirakan Sore Ini, Air Kiriman Bogor Kembali Sampai ke Jakarta
Friday 18 Jan 2013 09:58:03

Terlihat para warga saat berada di genangan banjir di Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Kamis (17/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Jakarta hujan sejak beberapa minggu terakhir. Hal serupa juga terjadi di Bogor sehingga membuat Bendung Katulampa berstatus Siaga I. Kiriman air dari Bogor diperkirakan baru sampai di Jakarta sore nanti, Jum'at (18/1).

Hujan deras yang mengguyur kawasan kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, membuat debit air Sungai Ciliwung terus meningkat. Ketinggian air di Bendung Katulampa mencapai 210 centimeter atau siaga 1 banjir.

Menurut pantauan, sejak semalam hingga pukul 07:00 WIB pagi tadi, kawasan Puncak dan kota Bogor terus diguyur hujan. Bahkan hujannya disertai petir yang menyambar.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terutama untuk kawasan yang sudah terkena banjir.

Sementara, kondisi genangan air di jalan MH Tahmrin menuju arah Bunderan HI sudah mulai surut, jalur ini sempat terputus total, namun pagi hari sekitar pukul 05:00 WIB jalur sudah dapat dilalui kendaran roda 2 dan roda empat melalui jalur Busway.

Untuk jalan raya Jatinegara Barat juga belum bisa dilewati, karena masih ada genangan air 40cm, dan juga dipadati tenda-tenda pengungsian warga Kampung Pulo Jakarta Timur.

Sedangkan, hujan deras masih mengguyur Kebon Sirih. Untuk jalan Setiabudi mengarah ke Menteng terpantau masih padat merayap.

Berikut, Update tinggi muka beberapa pintu air sungai terus naik pada Jum'at (18/1) pukul 12:00 WIB:

1. Katulampa 120cm, status: Waspada (siaga III)
2. Depok 270cm, status: Rawan (siaga II)
3. Angke Hulu 300cm, status: Rawan (siaga II)
4. Pesanggrahan 160cm status: Waspada (siaga III)
5. Krukut Hulu 150cm, status: Rawan (siaga IV)
6. Cipinang Hulu 130cm, status: Rawan (siaga IV)
7. Sunter Selatan 241cm, status: Kritis (siaga I)
8. Karet 680cm, status: Kritis (siaga 1)
9. Pulogadung 710cm, status: Rawan (siaga II)
10. Pasar Ikan 180cm, status: Rawan (siaga II)
11. Manggarai: 890 cm, status: Rawan (siaga II).
12. Sunter Utara: 183cm, status: Kritis (siaga I)
(dbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]