Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus BANSOS
Diperiksa KPK, Ajudan Dada Rosada Ngaku Dicecar Soal Pertemuan di Pendopo
Tuesday 23 Jul 2013 16:00:20

Dada Rosada Walikota Bandung saat di panggil KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, ajudan Walikota Bandung Dada Rosada Adhli Al Afwan Izwar mengaku dicecar soal pertemuan di pendopo Kota Bandung dan pertemanan antara tersangka kasus dugaan suap dana Bantuan Sosial (Bansos) dengan para hakim dan Toto Hutagalung.

"Pertanyaan sama dengan pemeriksaan pertama, yakni seputar pertemuan di pendopo. Seberapa kenal Dada dengan mereka," ujar Adhli, Selasa, (23/7).

Menurut Adhli, semua pertanyaan sama dengan pemeriksaan kemarin. Bedanya, katanya, ia ditanya untuk tersangka yang berbeda, yakni mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi.

Saat ditanyakan soal pertemanan Dada, ia mengatakan tidak melihat kedekatan Dada dengan tersangka lain seperti Toto Hutagalung dan mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tedjocahyono.

"Semua juga dekat. Selama mereka warga Kota Bandung ya dekatlah," katanya.

Lalu soal pertemuan Dada dengan para tersangka lain dan hakim lainnya, ia menyebut bahwa kronologisnya sama dengan reka ulang yang digelar oleh KPK di Bandung.

Sementara itu, soal perlakuan istimewa Dada terhadap Toto, Adhli merespons dengan muka datar. "Biasa aja. Semua diundang, sih. Semua warga, bukan hanya mereka berempat," katanya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai tersangka kasus suap hakim Setyabudi Tedjocahyono.

Dada Rosada kerap disebut terlibat dalam kasus suap Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono. Suap ini diberikan terkait pengurusan perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung yang kasusnya ditangani oleh Setyabudi dan rekan-rekannya.

KPK juga telah menetapkan orang dekat Dada, Toto Hutagalung, sebagai tersangka. Toto adalah orang yang memerintahkan Asep untuk mengantarkan uang suap ke Setyabudi.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Kasus BANSOS
 
• Terpidana Prof Dr Sutedja: Anggota DPRD dan Paturahman As'ad Minta 30 Persen
 
• Divonis 6,6 Tahun Penjara, Prof Setedja Sebut Uang Korupsi Dibagi-bagi ke Pejabat dan Dewan
 
• Korupsi Dana Bansos Rp18 Milyar, Prof Dr Thomas Susadya Divonis 6,6 Tahun Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Divonis 18 Bulan Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Dituntut 2 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]