Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Diperiksa 2 Jam, Andi Mallarangeng Dimintai Informasi Terbaru Tentang Hambalang
Friday 19 Jul 2013 15:43:06

Andi Mallarangeng saat mendatangi Gedung KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai diperiksa 2 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tersangka kasus Hambalang, Andi Mallarangeng mengaku dimintai konfirmasi tentang informasi terbaru yang diterima KPK.

"Tadi saya dimintai konfirmasi, klarifikasi penjelasan tentang beberapa info-info terbaru yang diterima oleh KPK dan saya jelaskan sebagaimana yang saya ketahui dan apapun saya tidak ketahui itu saja," kata Andi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jum'at (19/7).

Andi diperiksa sekitar pukul 10:00 WIB hingga pukul 11:50 WIB. Ia mengaku telah menjelaskan semua yang diketahui dan tidak diketahuinya terkait kasus Hambalang.

"Sekali lagi tadi saya ada info-info baru yang diterima oleh KPK yang kemudian saya diminta untuk memberikan konfirmasi, klarifikasi atau pun menjelaskan mengenai info-info tersebut," ungkap Andi.

Andi pun tak menjawab saat ditanya mengenai Bu Pur alias Silvya Solehah. Bu Pur adalah orang yang pernah dipanggil sebagai saksi Hambalang oleh KPK. Ia disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan Istana. Andi kemudian bergegas pergi dengan menggunakan mobil Toyota Hiace B 7468 II.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Menpora, Andi Mallarangeng, mantan kepala bagian rumah tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar dan mantar direktur operasional PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Nur. Dari ketiga tersangka baru satu orang yang telah menjadi tahanan KPK, yakni Deddy Kusdinar.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]