Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Dihadiri Ketum, SKBM ke 24 Dipadati Puluhan Ribu Warga Muhammadiyah
2018-12-23 15:29:41

Tampak suasana acara Silaturahim Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) ke 24 di Lapangan Tembak Salaman, Magelang pada, Minggu (23/12).(Foto: Istimewa)
MAGELANG, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menghadiri acara Silaturahim Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) ke 24 di Lapangan Tembak Salaman, Magelang pada, Minggu (23/12).

Dihadapan puluhan ribu warga Muhammadiyah tersebut Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah terus berkomitmen ta'wun untuk negeri dalam rangka menebar kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.

Hal ini menurut Haedar sejalan dengan spirit dan etos awal berdirinya Muhammadiyah yakni sebagai organisasi penggerak.

"Muhammadiyah sejak awal hadirnya, mempraktekkan kemajuan, dan spirit ini harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah," tutur Haedar.

Haedar juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah pada prinsipnya ingin mengubah nasib bangsa dan umat islam, dan menjadikan agama islam sebagai khairu ummah. Hal ini diwujudkan Muhammadiyah dengan membangun pusat-pusat keunggulan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial kemasyarakatan.

Namun, untuk mewujudkan islam sebagai khairu ummah tidak bisa jika umat Islam selalu terbelakang.

"Maka sejak awal Muhammadiyah mengajak umat islam untuk maju, karena moderat saja tidak cukup, tetapi juga harus berkemajuan," ujar Haedar.

Haedar juga berpesan agar warga Muhammadiyah, dan umat bangsa untuk membuat pekerjaan-pekerjaan strategis dalam membangun bangsa dan negara.

"Muhammadiyah telah memberi contoh bahwa kemajuan yang dilakukan tidak hanya retorika, dan bahkan Muhammadiyah selalu mempraktekkan pluralisme dengan tindakan. Hal ini dilakukan karena Muhammadiyah cinta akan bangsa ini dengan amal sholeh," pungkas Haedar.

Dalam acara tersebut Haedar turut menandatangani lima prasasti pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di Kota Magelang.(muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
• Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
• Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
• Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
• Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
• 106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]