Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Palestina
Dialog Damai Palestina dan Israel Belum Diputuskan
Friday 19 Jul 2013 10:53:11

Dialog Damai Palestina dan Israel.(Foto: Ist)
PALESTINA, Berita HUKUM - Dialog dalam upaya untuk mengembalikan pembicaraan damai antara Palestina dengan Israel berakhir tanpa ada keputusan.

Sejumlah pemimpin yang hadir dalam rapat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan merasa usulan yang diajukan AS untuk mengembalikan pembicaraan damai tidak memberi jaminan terkait batas negara berdasarkan garis sebelum gencatan senjata 1967.

Usulan upaya pembicaraan damai sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry saat berkunjung ke kawasan.

Dalam sebuah keterangan, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Kerry akan kembali bertemu dengan pemimpin Palestina dan Israel sebelum kembali ke AS Jumat (19/07).

Disebutkan bahwa perdebatan rencana pengembalian pembicaraan damai ini layak dan memberi harapan.

Gedung Putih kemudian mengatakan Presiden Barack Obama telah berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon, mendesaknya untuk kembali bernegosiasi dengan Palestina secepatnya.

Bagaimanapun kunjungan Kerry kali ini sepertinya tidak akan menghasilkan terobosan baru.

"Saat ini tidak ada rencana untuk mengumumkan adanya negosiasi yang kembali berlangsung, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.

Kerry juga tidak memberikan informasi rinci terkait rencana pengembalian pembicaraan damai, yang terhenti hampir tiga tahun lalu. Tetapi, dia telah bertemu dengan Abbas di Yordania dua kali dalam dua hari terakhir.


Tawaran tidak mencukupi

Sedangkan Liga Arab, usai pertemuan di Amman menyatakan dukungan atas usulan terbaru AS dengan mengatakan mereka akan menyediakan tempat dan lingkungan yang memungkinkan untuk memulai negosiasi.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Presiden Abbas yang berasal dari faksi Fatah dan sejumlah anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) setuju untuk bertemu di Ramallah.

Tetapi sejumlah anggota komite pusat Fatah dilaporkan telah meminta adanya perubahan atas rencana AS ini.

Dan kebanyakan pejabat yang hadir dalam pertemuan pimpinan PLO menggambarkan tawaran Kerry tidak cukup untuk mengembalikan pembicaraan dengan Israel, kata seorang pejabat PLO Qais Abdel-Karim kepada Reuters.

Sebelumnya Palestina meminta adanya pembekuan atas pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebelum pembicaraan damai kembali berlangsung. Mereka juga meminta negosiasi tentang perbatasan harus berdasarkan garis sebelum gencatan senjata tahun 1967.

Tetapi permintaan tersebut ditolak pemerintah Israel yang terdiri dari koalisi partai yang mendukung permukiman, dengan menyatakan pembicaraan harus tanpa persyaratan.

Dalam laporan media Israel disebutkan bahwa Kerry mengajukan rencana pengembalian pembicaraan damai dengan pertukaran lahan garis sebelum 1967 yang masuk dalam pembangunan permukiman besar di Tepi Barat, dan sebagai gantinya Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

Kesepakatan ini dinilai akan sangat sulit dicapai bagi Palestina karena akan memberi dampak serius bagi pengungsi Palestina dan populasi Arab-Israel.

Hak pengungsi Palestina, perbatasan, permukiman dan status Yerusalem adalah isu utama dalam status akhir kesepakatan damai.

Dalam beberapa bulan terakhir, John Kerry telah enam kali berkunjung ke Timur Tengah sebagai upaya untuk mengembalikan pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.

Dia mengatakan waktunya semakin mepet bagi untuk solusi dua negara atas konflik yang berlangsung sejak lama.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Palestina
 
• Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
 
• Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
 
• Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
 
• Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
 
• Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]