Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Di Tahan KPK, Anas Ucapkan Terima Kasih pada Pak SBY
Friday 10 Jan 2014 19:15:29

Anas Urbaningrum saat di gedung KPK, Jumat (10/1).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Selepas diperiksa selama kurang lebih 5 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya sekitar pukul 18:50 WIB mantan ketua umum partai Demokrat, Anas Urbaningrum (AU) yang juga mantan Anggota DPR RI, Tersangka kasus gratifikasi proyek P3SON Hambalang, Bogor, Jawa Barat akhirnya resmi ditahan KPK, Anas keluar dengan menggunakan baju rompi khusus tahanan KPK berwarna orange.

Saat memberikan pernyataan di hadapan ratusan wartawan media elektronik, cetak dan online, Anas menyatakan bahwa hari ini adalah hari yang sangat bersejarah buat dirinya.

"Ini adalah hari bersejarah buat saya, dan insa Allah hari ini adalah bagian penting, untuk saya temukan keadilan dan kebenaran, terimakasih hari ini saya ditahan yang tanda tangan penahanan pak abraham samad, terimakasih penyidik yang memeriksa saya endang tarsa dan bambang sukoco, terimakasih juga dulu pada tim penyelidik pak Heri Murianto dan yang lain lain," ujar Anas Urbaningrum.

Selanjutnya, Anas menyatakan ucapan terimakasihnya, terhadap Presiden SBY.

"Saya terimakasih yang besar sama pak SBY, peristiwa ini punya arti dan punya makna dan hadiah tahun baru 2014, dan yang lain-lain nanti saja," ujar Anas kembali.

Selanjutnya, Anas menyakini bahwa dirinya akan terus berjuang dalam proses peradilan dan akan memenangkannya nanti.

"Yang saya yakin terus berjuang dan keadilan ujungnya pasti akan menang," tegas Anas, Pria kelahiran Srengat, Blitar tahun 1969.

Selanjutnya Anas ditahan di Rutan Basement KPK, hingga 20 hari kedepan sejak dimulai penahanan terhadap mantan Ketua HMI, mantan Anggota KPU, mantan Anggota DPR-RI dari partai Demokrat dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Dalam kasus ini, AU disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
• Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
• Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
• Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
• KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
• Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]