Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Di Jakarta, 1 RT 5 Orang Pecandu Narkoba
Monday 28 Jan 2013 13:40:39

Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) saat melakukan keterangan pers di kantornya, jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - DKI Jakarta tidak hanya banjir air, tapi juga banjir pecandu narkoba. Menurut Badan Narkotika Nasioanl (BNN), setiap Rukun Tetangga (RT) di Jakarta, setidaknya ada lima orang pecandu narkoba. Jadi bisa dibayangkan, betapa banyaknya warga Jakarta yang tersandung obat-obatan terlarang ini.

Kusman Suriakusumah, Deputi Rehabilitasi BNN menjelaskan bahwa Jakarta bukan hanya kebanjiran air, tapi juga kebanjiran pencandu narkoba. Bayangkan saja jika dalam satu kabupaten/kota di Jakarta ada 1000 RT dikalikan jumlah kabupaten di DKI Jakarta. "Jika kemarin Jakarta ada banjir, BNN sudah lama kebanjiran pencandu narkoba," kata Kusman.

Jika ditotal jumlah pecandu seluruh provinsi di Indonesia, Jakarta menduduki peringkat pertama jumlah pecandu. "Di Jakarta, setiap RT ada enam atau lima orang pecandu narkoba. Bayangkan jika satu kota di Jakarta ada 1000 RT. Kalau ada yang positif mengonsumsi narkoba, maka akan dilakukan rehabilitasi," tambahnya.

Ada yang menarik lagi dari penggerebekan Raffi cs. BNN menemukan zat baru dari pil ekstasi yang disita dari ditemukan mengandung zat baru. Zat terlarang ini belum ada sebelumnya di Indonesia. Zat tersebut terkandung dalam ekstasi yang dicampur dengan Sprite. Menurutnya, efek dari obat tersebut bisa membuat pusing, mual, dan cepat tidur.

"Ditemukan satu zat baru di dalam ekstasi. Jadi efeknya mual, pusing, dan tidur karena ada zat lain," ungkap Kepala Humas BNN, Sumirat Dwiyanto.

"Zat baru itu, efeknya sama dengan ekstasi. Jadi nanti kami akan komunikasikan dengan Kementerian-Kementerian yang lain mengenai adanya zat baru ini," tambah Kuswardani, kepala laboratorium BNN.(bhc/din)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]