Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo di Depan Gedung KPK
Desak Usut Korupsi di Sulsel, KOMMED Demo KPK
Monday 05 Nov 2012 15:48:16

Aksi demo di depan Gedung KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Siang ini, aksi demo yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera mengusut kasus dana bantuan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan yang tahun anggarannya 2008 berlangsung di depan gedung KPK, jalan HR Rasuna Said Kav C-1 Setiabudi - Jakarta Selatan, Senin (05/11).

Belasan massa yang menamakan dirinya Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Extra Demokrasi (KOMMED), mengungkapkan bahwa dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dari Rp 151 miliar dana Bansos tersebut ditemukan penyaluran dana sebesar Rp 37,082 miliar untuk 926 lembaga yang tidak bisa diyakini kewajarannya.

"KPK harus segera mengusut korupsi berjamaah di sulawesi selatan tersebut. Kami mengutuk keras tindakan korupsi dana bansos sulsel yang diotaki oleh oknum pemerintah sulsel," kata Ryan Permana dalam orasinya.

Selain itu, KOMMED mendesak KPK untuk mengambil alih pengusutan kasus korupsi dana bansos sulsel, dan mereka juga mendesak KPK untuk mengusut tuntas APBD Sulsel tahun 2010 - 2011 tentang pengadaan mobil moko yang terindikasi kuat dikorupsi oleh oknum pejabat Sulsel dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel untuk bersama-sama memantau hingga selesai dengan tuntas.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Demo di Depan Gedung KPK
 
Dugaan Gratifikasi Fee DAK 2017 Lamteng, KAKI Laporkan Azis Syamsuddin Ke KPK
 
Aksi Demo HIDUP KPK: Surya Paloh dan HM Prasetyo Diduga Terkait Kasus Bansos Sumut
 
Aksi GEBUK ISTANA: Usut Tuntas Kasus Korupsi Dana Bansos Sumut
 
FPAK Aksi Demo Didepan KPK Menuntut Walkot Bekasi Terindikasi Korupsi APBD 2009-2010
 
Aksi JKMI Menuntut Agar Benny Utama Bupati Pasaman Diperiksa KPK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]