Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Sampah
Denda Rp 2 Juta Bagi Pembuang Sampah Sembarangan
Thursday 10 Nov 2011 16:11:48

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang persampahan. Langkah ini untuk menindak warga Jakarta yang terbiasa membuang sampah sembarangan. Bahkan, draf tersebut sudah selesai dan akan diajukan ke Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI pada 2012 mendatang.

“Jika sudah disahkan menjadi perda, warga yang membuang sampah ke jalan, sungai, jalur hijau, atau sarana umum lainnya dikenakan pidana kurungan maksimal 60 hari atau denda maksimal Rp 2 juta,” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna kepada wartawan, Kamis (10/11).

Menurut dia, pemerintah setempat hingga kini belum memiliki perda tentang pengolahan sampah secara khusus. Selama ini masalah sampah diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Nanti dengan adanya perda itu, masalah sampah akan diatur secara khusus.

Selain itu, lanjut dia, dalam Raperda itu akan diatur kewajiban penggunaan kantong dan kemasan plastik ramah lingkungan. Pihak yang tidak menggunakan sarana dan prasarana ramah lingkungan akan dikenakan sanksi denda dan pidana. Nantinya juga diwajibkan penggunaan plastik daur ulang bagi para retailer kelas menengah ke atas.

“Untuk pasar tradisional belum bisa dipaksakan menggunakan plastik daur ulang, karena biaya produksi kantor plastik ramah lingkungan tersebut masih sangat mahal. Tapi nantinya harus diberdayakan dalam pengolahan sampah dalam kota dan penggunaan plastik daur ulang,” imbuh Eko.(bjc/irw)


 
Berita Terkait Sampah
 
• Sisa Makanan, Plastik, dan Kertas Komposisi Sampah Paling Dominan
 
• UU Pengelolaan Sampah Untuk Menjaga Lingkungan
 
• Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah
 
• Sampah Plastik: Reduce dan Reuse Dahulu sebelum Recycle
 
• Implementasi UU Pengelolaan Sampah Perlu Diawasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]