Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Ameriksa Serikat
Demonstrasi Menentang Wall Street Makin Besar
Thursday 06 Oct 2011 19:51:28

Ribuan pengunjuk rasa penentang Wall Street (Foto: Dailymail.co.uk)
NEW YORK (BeritaHUKUM.com) – Gerakan anti Wall Street yang dimulai sejak pertengahan September di New York, Ameriksa Serikat, masih terus berlangsung. Bahkan, jumlah massa yang berdemo makin bertambah menjadi ribuan orang. Mereka datang dari berbagai kalangan masyarakat.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (6/10), dengan mengusung poster bertuliskan "Pekerjaan Bukan Pemecatan" dan "Hentikan Keserakahan Korporasi" itu, massa berdemo di pusat bisnis New York. Kebanyakan dari berasal dari serikat buruh yang mendukung gerakan kuasai Wall Street.

Meski jumlah terus bertambah, demonstrasi kali ini berlangsung damai tanpa ada keributan dengan aparat. Berbeda dengan pekan lalu, dimana 700 demonstran ditahan polisi, karena memblokir jembatan Brooklyn.

Aksi demo tidak hanya berlangsung di New York. Demonstrasi juga berlangsung di beberapa kota besar lainnya di negeri Barack Obama itu. Unjuk rasa berlangsung di San Fransiso. Ratusan pengunjuk rasa berpawai keliling pusat bisnis kota tersebut, sambil meneriakkan "Mereka di bail out, kami dijual" dan "Bergabung bersama kami, hentikan bank".

Lalu, di Boston, para demonstran mendirikan kemah di pusat bisnis. Demo massa juga terjadi pula di Chicago dan Manhattan. Massa di Chicago memukul drum dan mengusung poster-poster tuntutan. Sementara itu massa di Manhattan berkemah di taman kota. Mereka berjanji akan tetap berkemah hingga musim dingin.

Demotrasi ini menuntut pemerintah melakukan perbaikan ekonomi dan pengurangan angka pengangguran di AS. Selain itu, para demostran menolak bailout Wall Street pada 2008, yang menurut mereka hanya menguntungkan pihak bank. Sementara merugikan rakyat kecil yang menjadi korban pemecatan.(dbs/sya)


 
Berita Terkait Ameriksa Serikat
 
Demonstrasi Menentang Wall Street Makin Besar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]