Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Demokrat takkan Istimewakan Andi Mallarangeng
Thursday 23 Feb 2012 01:58:38

Andi Mallarangeng saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor (Foto: Sindikasi.net)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Partai Demokrat (PD) takkan memberikan perlakuan istimewa terhadap dua kadernya, yakni Angelina Sondakh dan Andi Mallarangeng. Namun, Andi dan Angie tak bisa disamakan penanganan dugaan pelanggarannya di dalam internal partai.

"Ini kan tidak apple to apple. Angie memang sudah jadi tersangka (kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games XXVI/2011), sedangkan Andi hanya sebagai saksi," kata anggota Dewan Kehormatan PD Syarif Hasan kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2).

Namun, kata dia, Dewan Kehormatan (DK) tak perlu memeriksa Sekertaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng tersebut. Pasalnya, dia sudah datang dan memberikan kesaksian dalam persidangan terdakwa Muhammad Nazaruddin. "Justru bagus, dia datang memenuhi panggilan penegak hukum," imbuh dia.

Menanggapi keterangan Andi yang berubah-ubah dalam persidangan di Pengadilan Tipikor tersebut, Syarief menyerahkan penilaian tersebut kepada pengadilan. "Ya serahkan kepada majelis hakim. Biarkan mereka yang menilainya. Itu sudah masuk dalam proses hukum, kami takkan bisa mengintervensi,” tegas mekop dan UKM ini.

Ketika disinggung mengenai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Max Sopacua yang membenarkan adanya politik uang dalam kongres, Syarief malah meragukannya. "Ah masak? Itu maksudnya mungkin penggantian uang transpor, penggantian hotel. Uang transpor beda, ada yang kereta, pesawat, besarannya kan relatif," jelas Syarief.

Namun, Syarief malah meminta kepada kader-kader daerah tidak bernyanyi di media massa terkait dugaan politik uang dalam kongres yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada mei 2010 lalu. Pasalnya, Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat hingga kini, masih menelusuri dan mengumpulkan bukti dugaan adanya politik uang.

"Ini kan lagi minta bukti-buktinya. Kalau buktinya tidak lengkap, sulit juga untuk ditindaklanjuti. Pengumpulan bukti, karena bukti yang dibawa tidak cukup sama sekali. Tapi Komwas takkan menjatuhkan sanksi kepada DPC dan DPD yang terbukti menerima uang untuk pemenangan Anas Urbaningrum. Tidak ada sanksi untuk mereka," tandasnya.(inc/rob)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]