Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Tudingan Korupsi
Demokrat Kecam Tudingan Nazaruddin
Thursday 10 Nov 2011 19:39:34

M Nazaruddin (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Partai Demokrat (PD) mengeram keras pernyataan mantan Muhammad Nazaruddin yang menuding Anas Urbaningrum merupakan calon tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI/2011 itu.

Tudingan Nazaruddin tersebut dianggap ngawur. “Itu hanya tuduhan dia (Nazaruddin-red) saja. Apa benar atau tidak tuduhan itu, biar KPK yang membuktikannya,” kata Karo Riset Data dan Publikasi Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat, Prasetyo Sudrajat yang dihubungi wartawan, Kamis (10/11).

Prasetyo berani memastikan bahwa Anas Urbaningrum tak mungkin melakukan atas apa yang dituduhkan Nazaruddin selama ini. Justru, Prasetyo menuding, Nazaruddin-lah yang memanfaatkan Anas Urbaningrum.

Menurut dia, tidak mungkin Anas melakukan seperti yang dituduhkan Nazaruddin tersebut. Alasannya, ketua umum Demokrat itu merupakan politikus matang, sehingga tahu kalau ada kebusukan di lingkungannya. “Jika ingin fair, tanya apa yang dilakukan Nazaruddin selama jadi anggota DPR?” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Nazaruddin, OC Kaligis menyatakan bahwa Ketua KPK Busyro Muqoddas sudah masuk politik praktis. Pasalnya, ia menyebut adanya tersangka baru dari kalangan partai politik yang terlibat kasus kliennya itu. “Saya kira dia (Busyro Muqoddas-red) sudah main politik,” tuding dia.

Menurut Kaligis, seharusnya Busyro tidak melakukan tebang pilih dalam menangani suatu kasus. Alasannya, Nazaruddn yang ingin jadi saksi Wafid Muharam, tidak diberikan kesempatan oleh KPK. Padahal, kesaksiannya sangat penting dalam membuka kasus ini, agar transparan dan diketahui secara luas oleh publik.

“Berkas Nazaruddin yang dinyatakan lengkap pada hari ini, juga terkesan dipaksakan. Padahal, persidangan praperadilan yang diajukan klien saya itu masih berjalan di PN Jakarta Selatan. KPK sepertinya akal-akalan saja,” kata pengacara yang berencana mundur dari kuasa hukum Nazaruddin tersebut.(tnc/bie/rob)


 
Berita Terkait Tudingan Korupsi
 
Polda Metro Jaya Akan Berkordinasi Dengan KPK Terkait Pemeriksaan M.Nazaruddin
 
Gamawan Fauzi Siap di Periksa KPK Terkait Tudingan M Nazaruddin
 
Gubernur Jawa Tengah Bantah Tudingan Nazaruddin
 
Aziz Syamsuddin Tak Membantah Tudingan Nazar Terkait Simulator SIM
 
Pengacara Wa Ode: Tudingan Terhadap Marzuki Alie Berdasarkan Berkas Perkara KPK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]