Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Demokrat Benarkan Pakde Karwo Mundur dari Partai Demokrat
2019-08-15 14:38:07

Ilustrasi. Soekarwo biasa disapa Pakde Karwo mundur dari Partai Demokrat.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dikabarkan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat di Jawa Timur. Mundurnya pria yang biasa disapa Pakde Karwo itu tidak lepas dari konsekuensi jabatan Komisaris Utama di PT Semen Indonesia Tbk, termasuk adanya regulasi di perundang-undangan agar jabatan politik harus dilepas.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, Soekarwo telah menyerahkan surat kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nurhayati mengatakan, keputusan Soekarwo adalah sesuatu yang berat bagi Demokrat.

"Karena Pakde Karwo juga sudah berbuat untuk Demokrat, sehingga kita hormati beliau diminta untuk menjadi komisaris utama PT. Semen Indonesia," tutur Nurhayati
di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (15/8).

Kendati surat pengunduran diri sudah diterima, Nurhayati mengaku tak tahu apakah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah merespons. Dia hanya berpendapat SBY tak akan menahan-nahan kadernya itu.

"Keputusan DPP sendiri belum karena kami tahu bapak masih dalam suasana berduka ya. Saya kira Pak SBY tidak akan menahan ya. Karena kami tahu apa yang dilakukan ini semua untuk bangsa Indonesia," kata Nurhayati.

Secara khusus, Nurhayati mengucapkan terima kasih kepada Soekarwo yang sudah membesarkan Partai Demokrat khususnya di Jawa Timur.(bh/fm)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]