Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Demokrat Anggarkan Rp 40 miliar untuk Konvensi Capres
Tuesday 27 Aug 2013 17:40:27

Anggota Komite Konvensi Partai Demokrat, Charis Rully.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Demokrat menyiapkan anggaran khusus untuk Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat yang akan menentukan siapa yang bakal diusung partai itu pada Pemilu 2014.

“Maksimum sekitar Rp 40 miliar, terbesar untuk publikasi dan survei,” kata anggota Komite Konvensi Partai Demokrat, Charis Rully, di Wisma Kodel, Jakarta, Selasa 27 Agustus 2013.

Namun jumlah tersebut dapat dikurangi karena kini ada beberapa stasiun televisi yang menawarkan kerjasama. “Dari kerjasama publikasi media dan blocking time, dana jadi menyusut,” ujar Charis.

Partai Demokrat akan memfasilitasi para peserta konvensi untuk muncul di media nasional. Mereka juga akan memfasilitasi sesi debat kandidat. “Tapi kampanye mereka biaya sendiri. Jadi tidak semuanya dibiayai Demokrat,” kata Charis.

Ia mengatakan tidak tahu asal dana Rp 40 miliar tersebut. Komite Konvensi hanya menyodorkan proposal ke partai dan menggunakan uang yang disetujui. “Kami dapat dana dari partai. Partai yang tahu dananya dari mana. Komite tidak tahu urusan itu. Kami harapkan sumber dana akuntabel,” ujar Charis, seperti dikutip dari viva.co.id, pada Selasa (27/8).

Hari ini Partai Demokrat telah memulai sesi wawancara dengan sejumlah tokoh yang diundang untuk mengikuti konvensi capres, antara lain Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal.(vvc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]