Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
DPR RI
Demokrasi Saat ini Hasil Perjuangan Para Pahlawan
2016-11-11 13:13:19

Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyas Titi Swasanany.(Foto: azka/iw)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyas Titi Swasanany mengatakan peringatan hari pahlawan yang jatuh setiap 10 November merupakan momentum untuk mengingat perjuangan para pahlawan bangsa membela Tanah Air. Menurutnya, proses berdemokrasi yang kita nikmati saat ini, merupakan salah satu hasil perjuangan para pahlawan bangsa.

"Semua pengorbanan diberikan oleh para pahlawan kita. Harta, tenaga, pikiran dan nyawa. Peringatan hari ini terkait dengan proses demokrasi yang 4 November lalu kita laksanakan. Semoga, ke depan kita lebih memahami keikhlasan, perjuangan dan semangat dari pahlawan untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa," ungkap Win, sapaan akrab Sekjen DPR, usia mengikuti upacara bendera memperingati Hari Pahlawan di Gedung Setjen DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11).

Lebih lanjut, ia menyampaikan momentum ini sebaiknya tidak dipandang sebagai kegiatan rutinas semata, melainkan untuk memaknai bagaimana perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

Dalam hal ini, diungkapkan Win, Kesetjenan DPR memaknai jasa para pejuang dengan meningkatkan kapasitas SDM dari berbagai aspek, baik soft kompetensi maupun hard kompetensi. Tidak hanya terkait dengan pendidikan seperti penjenjangan, tetapi juga menambah wawasan dan perubahan mindset untuk penguatan semangat nasionalisme.

"Semangat para pahlawan memotivasi kita untuk terus berkarya dan bekerja bagi bangsa dan negara. Bahwa kita merupakan bagian dari negara yang ikut bertanggung-jawab penuh terhadap eksistensi bangsa dan kemajuan bangsa ini," ungkap Win.

Selain itu, sambungnya, peringatan hari pahlawan ini juga bersamaan dengan acara Parlemen Remaja 2016. Sebanyak 136 pelajar terpilih tingkat menengah atas (SMA, SMK dan MA) dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang dihelat setiap tahun ini.

Menurut Win, acara ini merupakan bagian dari pendidikan politik bagi generasi muda bangsa. Melalui acara ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mempelajari proses kerja dewan dan pemahaman lebih tentang DPR. Diharapkan, nantinya para generasi muda yang beprestasi tidak takut untuk terjun ke dalam dunia politik.

"Peserta Parlemen Remaja merupakan pilihan melalui proses seleksi, jadi ini adalah potensi untuk bangsa ke depan. Calon pemimpin bangsa yang memiliki kualitas," tandasnya.(ann,mp/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]