Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pancasila
Demokrasi Pancasila Mengalami Banyak Tantangan
Saturday 31 Oct 2015 08:15:21

Seminar Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila di Yogyakarta, Minggu (25/10) lalu.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Demokrasi Pancasila yang selama ini menjadi jargon utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia dalam kurun waktu selama belasan tahun sejak era reformasi telah mengalami banyak tantangan.era reformasi menjadi fase krusial dalam banyaknya tantangan yang ada dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Korupsi dan kekuasaan yang cenderung disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok adalah tantangan terberat, keterwakilan masyarakat yang diharapkan mampu sedikit memberikan harapan perbaikan juga belum seperti yang diharapkan. Hal tersebut dikemukakan anggota DPD RI dari DIY Afnan Hadikusuma dalam Seminar Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila di Yogyakarta, Minggu (25/10) lalu.

Afnan yang juga anggota Lembaga Hikmah dan kebijakan publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menambahkan, berbagai data menunjukkan betapa agenda reformasi yang begitu luhur dan suci tidak dijalankan sebagaimana mestinya, bahkan era reformasi yang berazaskan demokrasi dan penegakan hukum seolah dijadikan momentum oleh para koruptor dan kader-kadernya untuk mempercanggih sistem kerja dan pembagian hasil yang lebih merata.

“Dalam pelaksanaan demokrasi pancasila tantangan besarnya adalah Budi Pekerti dan akhlaq yang baik, karena salamanya sebuah demokrasi tidak akan melaju baik tanpa didasari akhlaq yang baik. Karena aturan apapun mempunyai celah untuk dapat dilanggar, pelanggaran celah dalam aturan hanya dapat dilakukan dengan kearifan dari dasar akhlaq,” terangnya.

Sementara itu menurut Wakil Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syauqi Soeratno, keimanan dan budi pekerti itu mutlak penting, tapi harus dipikirkan bagaimana menciptakan kesejahteraan rakyat. Sebab, kata-kata kefakiran itu bisa mendekatkatkan diri pada kekafiran.

“Kita mendidik orang untuk iman dan berbudi pekerti yang baik, namun karena keterdesakan ekonomi sangat mungkin iman dan budi pekerti itu dilupakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya, peran parpol sampai saat ini masih penting dan masih dibutuhkan sebagai sarana penjaringan serta sarana untuk memperjuangkan aspirasi publik. Perlu dorongan yang lebih kuat agar parpol benar-benar memperjuangkan kepentingan publik, salah satu ukurannya adalah dukungan mereka pada pemberdayaan BUMD-BUMD dan pada kesejahteraan rakyat secara umum.

“Kesejahteraan rakyat adalah tujuan sekaligus alat ukur untuk melihat sehatnya demokrasi. Apabila kesejahteraan rakyat tercapai maka bisa dipastikan kualitas demokrasi akan semakin baik,” ungkap Ahmad Syauqi yang juga sekjend Asosiasi BUMD Se-Indonesia ini.(mac/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Pancasila
 
Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]