Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Skandal Century
Demo Century di Depan Kantor Wapres Rusuh
Thursday 08 Sep 2011 14:30:51

Unjuk rasa penuntasan skandal Bank Century (Foto: Istimewa)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (8/9), diwarnai bentrok. Hal ini bermula dari ratusan pengunjuk rasa yang ingin masuk ke gedung tersebut. Namun, aksi mereka mendapat hadangan dari ratusan polisi yang sudah siaga dan berjaga-jaga sebelum aksi unjuk rasa ini berlangsung.

Bentrok yang dimulai dengan aksi dorong-mendorong itu, akhirnya berujung saling pukul antara petugas keamanan dan pendomo. Akibatnya, beberapa orang dari kedua belah kubu itu mengalami luka-luka. Beberapa orang pendemo yang diduga sebagai provokator ditangkap dan diamankan petugas ke Polda Metro Jaya.

Dengan rusuhnya demo itu, Wapres Boediono pun harus meninggalkan kantornya lewat pintu belakang. Boediono harus keluar dari kantornya itu untuk mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden. Setelah Wapres pergi, puluhan Paspampres pun diarahkan untuk berjaga-jaga di depan pintu gerbang utama.

Aksi demo ini digelar kelompok gerakan 'Hindari Memilih Sri Mulyani’ itu, meminta mantan Menkeu tersebut bertanggung jawab atas skandal bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. “Sri Mulyani terlibat skandal Bank Century. Dia harus bertanggung jawab dan harus diperiksa. Dia juga tidak boleh dipilih sebagai Capres 2014,“ kata seorang orator di hadapan ratusan pendemo.

Untuk menyemarakan aksinya itu, mereka puluhan spanduk serta poster bergambar Sri Mulyani yang ditulisi 'Hindari Sri' dan spanduk panjang bertuliskan 'Trio Ekonomi Gagal, Seret ke KPK' bergambar Sri Mulani-Darmin Nasution dan Budiono. Demo itu pun diramaikan dengan aksi teatrikal yang menggambarkan Ketua KPK Busyro Muqoddas menggelandang ketiganya dengan rantai ditangan.

Meski sejumlah rekannya luka dan ditangkap aparat kepolisian, artisan pendemo yang masih tersisa melanjutkan aksi serupa ke gedung Bank Indonesia (BI). Setelah dari sini, mereka akan melanjutkan aksinya ke gedung KPK. Perjalanan mereka mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian. (dbs/irw)



 
Berita Terkait Skandal Century
 
• Kebijakan Bailout Century Tidak Tepat Pelaksanaannya
 
• PDIP Siap Galang HMP Atas Skandal Century
 
• DPR Pastikan BPK Serahkan Audit Forensik Century
 
• Rektor UKI Bubarkan Diskusi Skandal Century
 
• DPR Minta DPK Serahkan Audit Forensik Century
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]