Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
SDA
Demi Bangsa, Penyelamatan SDA Harus Serius
Wednesday 22 Apr 2015 22:31:58

Ilustrasi. Lambang KPK.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rendahnya kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor kelautan yang hanya sebesar 0,3 persen per tahun, memang merupakan persoalan yang mengarah pada potensi merugikan negara. Kondisi yang tak jauh berbeda juga terlihat pada kontribusi PNBP dari sektor perikanan, yang hanya sekitar 0,02 persen terhadap total penerimaan pajak nasional dalam kurun lima tahun terakhir.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kementerian/lembaga terkait harus terus membangun sinergis dalam usaha penyelamatan sumber daya alam Indonesia, khususnya sektor kelautan.

Demikian disampaikan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji dalam sambutannya pada acara rapat Monitoring dan Evaluasi (monev) terhadap Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam (GN-SDA) Indonesia pada sektor Kelautan. Rapat yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa, (21/4), juga dihadiri Menteri KKP Susi Pujiastuti, serta Empat Gubernur atau perwakilannya (Propinsi Bengkulu, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta), dan perwakilan dari sejumlah Kementerian/Lembaga terkait.

“KPK mengharapkan semua pemerintah daerah melaporkan implementasi rencana aksi Gerakan Nasional Penyelamatan SDA Indonesia yang sudah disepakati bersama,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri Susi, dalam sambutannya mengatakan, Indonesia harus serius menangani praktik illegal fishing. SDA Indonesia sudah selayaknya dikelola untuk menyejahterakan rakyat. “Negara telah lalai. Kita telah melupakan laut kita. Ratusan kapal besar asing masuk tanpa ijin ke area-area laut dan sungai di wilayah Indonesia. Lima juta ton, minimal, ikan kita diambil oleh asing tiap tahun”, ujar kata Susi berapi-api.

Susi menekankan, permasalahan di sektor kelautan relatif banyak. Karena itu, Indonesia membutuhkan sinergi untuk menuntaskan masalah-masalah tersebut. “Kita seyogianya dapat bekerjasama untuk mampu mengelola secara maksimal Sumberdaya Alam untuk kesejahteraan rakyat sehingga menjadi pijakan untuk bersama-sama menuntaskan berbagai persoalan, khususnya pada sektor kelautan,” jelasnya.

Sebelumnya, Nota Kesepakatan Bersama (NKB) atas Rencana Aksi Bersama Penyelamatan SDA Indonesia sektor Kelautan, telah ditandatangani pada 19 Maret 2015 oleh KKP serta 19 Kementerian, dan tujuh lembaga negara terkait, juga para gubernur dari 34 provinsi, di Istana Negara. Di hadapan Presiden, Wakil Presiden, dan Ketua Sementara KPK Taufiequrachman Ruki, NKB ini diharapkan mampu membangun komitmen segenap elemen bangsa untuk bersama-sama menuntaskan permasalahan bangsa dalam pengelolaan SDA Indonesia, terutama pada sektor Kelautan.(kpk/bh/sya)


 
Berita Terkait SDA
 
KPK-Auriga Bedah Permasalahan Sumber Daya Alam di Sulawesi Tengah
 
Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersatu Kelola SDA Indonesia
 
Dewan Yakin RUU SDA Tidak Akan Dibatalkan MK
 
Manfaat Konservasi SDA Hayati Harus Dirasakan Masyarakat
 
Di Riau, KPK Dorong Pengelolaan SDA dan Energi yang Akuntabel
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]