Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Debat Bernegara Terakhir di Konvensi Capres PD Berlangsung Meriah
Sunday 27 Apr 2014 13:45:15

Ketua Majelis Tinggi/Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono menghadiri “Debat Bernegara” Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu, (27/4) pagi.(Foto: iwan k)
JAKARTA, Berita HUKUM - Suasana meriah terjadi pada acara “Debat Bernegara” terakhir Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat yang dihadiri Ketua Majelis Tinggi/Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu, (27/4) pagi. Suara bergemuruh tak henti terdengar dari para pendukung ketika moderator Doktor Hinca Panjaitan memperkenalkan ke-11 kandidat.

Dalam Debat sesi I, masing masing peserta menyampaikan ide,visi dan misinya dalam membangun bangsa. Debat menghadirkan tiga panelis yakni Suahasil Nazara (anggota KEN), Agus Wijoyo (mantan Kaster), Purbaya Yudhi Sadewa (pakar ekonomi)

Sebelumnya Ketua Komite Konvensi Capres PD Maftuh Basyuni dalam sambutan mengatakan, pihaknya tidak dapat memilih yang terbaik karena ke-11 kandidat adalah putra bangsa terbaik. Karenanya mulai Senin diserahkan pada tiga tim survei, untuk mencari tahu siapa yang patut dijadikan capres oleh masyarakat.

“Banyak yang berpendapat konvensi layak dibubarkan karena suara PD tidak menggembirakan. Tetapi ini politik bukan matematika. Dalam politik semua bisa terjadi,” kata Maftuh.

Ia mencontohkan, pada 2004, PD hanya mendapat 7,5 persen tapi sejarah membuktikan PD yang memimpin negeri ini (lewat kader terbaiknya, SBY). Pada 1999, PDIP menang tetapi ketua umumnya, Megawati, hanya jadi wapres.

“Semoga sejarah 2004, ketika Partai Demokrat memenangkan pilpres, berulang kembali,” Maftuh mendoakan.

Konvensi Capres Partai Demokrat diikuti 11 tokoh yakni: 1. Ali Masykur Musa (anggota Badan Pemeriksa Keuangan); 2. Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina); 3. Dahlan Iskan (Menteri BUMN); 4. Dino Patti Djalal (mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat); 5. Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI); 6. Gita Wirjawan (mantan Menteri Perdagangan); 7. Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah); 8. Hayono Isman (anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat); 9. Marzuki Alie (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat); 10. Pramono Edhie Wibowo (mantan Kepala Staf Angkatan Darat); 11. Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara).

Dalam debat sesi pertama, ke-11 kandidat pada umumnya menegaskan, visi-misi pembangunan saat ini sudah tepat dan harus dilanjutkan oleh pemerintahan yang sejalan dengan pemerintahan saat ini.

Debat bernegara terakhir ini dihadiri para petinggi Partai Demokrat di Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pimpinan Pusat, Komisi Pengawas, dan Dewan Pimpinan Daerah. Selain itu hadir para pimpinan partai politik, pimpinan dan anggota Komite Konvensi Capres PD, para kader PD, dan pendukung ke-11 capres konvensi.(didik/pd/bhc/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]