Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
OTT Ketua MK dan Anggota Dewan
Datang dan Pulang dari KPK, Ratu Atut Tidak Berkomentar Apapun ke Wartawan
Friday 11 Oct 2013 22:57:57

Ratu Atut Gubernur Banten saat keluar dari Sidang KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mendatangi undangan panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jln.HR Rasuna Said. Ratu Atut rencananya akan diperiksa sebagai Saksi untuk Tersangka adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang saat ini telah ditahan KPK, Jumat (11/10).

Atut tiba di KPK sekitar pukul 13.30 Wib dengan mengenakan kerudung hitam dan baju ungu bermotif bunga-bunga dengan bersepatu boot.

Di saat Atut yang didampingi beberapa orang pengawal ketika memasuki gedung KPK, Atut sempat diteriaki, 'koruptor, koruptor' oleh orang-orang yang menggelar demo di depan gedung KPK, dimana para pendemo yang hadir langsung dari Provinsi Banten tempat Ratu Atut memimpin sebagai Gubernur Banten.

Didampingi beberapa orang, Atut tidak memberikan pernyataan apapun saat memasuki pintu masuk kantor KPK.

Sekitar pukul 21.30 Wib, Ratu Atut juga keluar dari gedung KPK, ada sekitar 9 jam lamanya Atut diperiksa oleh pihak KPK, dimana para awak media sudah menunggunya di depan pintu KPK, dan Atut sendiri tidak memberikan komentar sepatah katapun. Atut yang dikawal oleh beberapa pihak aparat Kepolisian dan security KPK hanya pergi begitu saja hingga menaiki mobil Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 22 AAH untuk kembali pulang,(bhc/bar)


 
Berita Terkait OTT Ketua MK dan Anggota Dewan
 
Ratu Atut Divonis 4 Tahun Penjara, KPK akan Ajukan Banding?
 
Vonis Bui Seumur Hidup, Akil Pecahkan Rekor Hukuman Koruptor
 
Wawan di Vonis 5 Tahun Penjara, KPK akan Banding
 
Jaksa KPK Tuntut TCW alias Wawan 10 Tahun Penjara
 
Didakwa Kasus Akil, Ratu Atut Terancam 15 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]