Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kementerian Pertanian
Dana Akrobat Menyusup Dalam Program Kementan
Friday 16 Sep 2011 02:24:37

Gedung Kementerian Pertanian (Foto: Istimewa)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Dalam rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian Suswono, Kamis (15/9), mencuat adanya 'dana akrobat' Rp 500 miliar. Dana ini tidak ada dalam program Kementerian Pertanian, tapi disusupkan oleh anggota Komisi IV dalam program lain.

"Tidak ada program, tapi dananya ada. Ini dana akrobat," kata anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) M Rosyid Hidayat, Kamis (15/9), seperti dikutip jurnalparlemen.com.

Dana sebanyak Rp 500 miliar itu untuk proyek dekomposer (pembuatan pupuk alami), kemudian disusupkan dalam program kesuburan lahan. Dalam rapat kerja dengan Mentan pada Oktober 2010, program kesuburan lahan telah dialokasikan untuk RAPBN 2011.

Kata Rosyid, semula dana ini untuk PSO (public service obligation) sapi yang akan diberikan kepada PT Berdikari. Namun kemudian diubah menjadi dana dekomposer, tapi PSO tetap diberikan kepada PT Berdikari. Padahal, PT Berdikari bukan perusahaan yang bergerak di bidang pupuk, tapi peternakan. "Akibatnya, oleh PT Berdikari disubkontrakkan ke perusahaan lain," jelas Rosyid.

Namun dalam perjalanan, Menteri Keuangan berkirim surat ke Badan Anggaran yang menyatakan bahwa proyek dekomposer tidak bisa dilanjutkan karena menyalahi mekanisme. Akhirnya dikembalikan ke Kementerian Pertanian. Dana itu sekarang masih tersedia, namun dengan program yang belum jelas.

Proyek dekomposer ini masuk dalam anggaran BA 99 di Banggar. Artinya baru masuk programnya di Banggar, bukan diusulkan di Komisi IV. Anggaran BA 99 juga paling rawan dikorupsi. Beberapa anggota Komisi IV diduga bekerjasama dengan anggota Banggar untuk memasukkan program ini. "Jangan sampai peristiwa seperti di Kemenakertrans terjadi lagi," kata Rosyid.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Herman Khaeron menampik tudingan adanya 'dana akrobat' di Komisi IV, yang bekerja sama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Dana untuk proyek dekomposer (alat pembuat pupuk organik) itu, menurut Herman, sudah diusulkan di komisi dan dibawa ke Banggar, untuk PSO (public service obligation). Namun, Menteri Keuangan menganggap bahwa proyek tersebut tidak bisa di-PSO-kan, tapi harus ditenderkan melalui Kementerian Pertanian.

"Untuk keberlanjutan program, kan memang tidak bisa satu kali, paling tidak harus tiga kali tahun anggaran," ujar anggota DPR Dapil Jawa Barat VIII ini.

Herman juga menampik bahwa program ini akal-akalan dari Komisi IV dan Banggar, sebab dekomposer tidak mendesak bagi petani. "Tidak juga, untuk beberapa daerah bermanfaat," tandasnya. (jpc/rob)


 
Berita Terkait Kementerian Pertanian
 
• KPK Tetapkan Syahrul Yasin Limpo, Sekjen Kementan, Direktur Alat dan Mesin Pertanian sebagai Tersangka
 
• Alasan Syahrul Yasin Limpo Pilih Mundur dari Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju
 
• Sambangi Kantor Kementan, SYL Pamit ke Para Pegawai
 
• Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan 'Hilang Kontak' Usai Kunker ke Eropa
 
• Harga Cabai Melonjak, Johan Rosihan Desak Kementan Atasi Produksi dan Optimalkan Penanganan Pasca-Panen
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]