Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
DPR RI
DPR Tekad Jaga Kedaulatan di Kawasan Pasifik
2018-07-23 21:42:40

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kegiatan Indonesia - Pacific Parliamentary Partnership (IPPP), menjadi forum untuk DPR RI bertekad menjaga kedaulatan di Kawasan Pasifik. IPPP merupakan sinergitas antara DPR dan Pemerintah untuk ikut serta dalam menjaga kemanan, pembangunan ekonomi dan konektivitas kawasan Pasifik.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, letak geografis Indonesia yang berada di posisi silang diantara 2 benua dan samudera, yakni Samudera Hindia dan Pasifik mengharuskan Indonesia berinteraksi dengan negara-negara tetangga. Selama ini, Indonesia terlibat dalam peningkatan hubungan negara pasifik melalui berbagai kerangka multilateral seperti PBB, Grup Melanesia (MSG), APEC dan lainnya.

"Namun kami ingin lebih dekat dengan anda, karena kita ditakdirkan berada di laut yang sama. Untuk itulah, kami menyadari perlunya mengembangkan hubungan lebih jauh dan langsung terutama melalui parlemen," ungkap Ketua DPR RI kepada seluruh parlemen yang hadir dalam sidang Indonesia - Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) di Jakarta, Senin (23/7).

Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang bertindak sebagai keynote speaker, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, serta sejumlah Anggota DPR RI lainnya.

Bamsoet, sapaan akrabnya menjelaskan, Indonesia dalam hal ini DPR RI menyadari pentingnya parlemen dalam jalur diplomasi, parlemen berperan menjembatani dan menyalurkan aspirasi rakyat di panggung internasional serta forum diplomasi internasional. Karena itu, Indonesia dan negara Pasifik perlu membentuk suatu kemitraan untuk bersama-sama menghadapi tantangan ke depan.

"Realitas menunjukkan bahwa negara-negara di Kawasan Pasifik ini tidak hanya dipersatukan oleh kesamaan kondisi geografis, potensi kekayaan alam dan keberagaman latar belakang Sumber Daya Manusianya, termasuk ras, tetapi juga kesamaan dalam tantangan dan masalah yang dihadapinya," tutur Bamsoet.

Karena itu, sebagai negara kepulauan, IPPP akan mengangkat isu-isu pembangunan di bidang kelautan, kemaritiman, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus bersama Indonesia dan negara-negara yang berada di Kawasan Pasifik.

Hal senada diungkapkan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Menurutnya, negara-negara Pasifik tidak bisa mengatasi tantangan pembangunan manusia dan maritim berkelanjutan jika berdiri sendiri, sebab itu dibutuhkan hubungan kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.

Ia menuturkan, sama seperti arti Pasifik yang berarti teduh, diharapkan kemitraan ini dapat memberikan kedamaian dan ketenangan bersama untuk membangun Kawasan Pasifik lebih maju.

"Banyak yang mengartikan laut memisahkan kita. Padahal Pasifik menghubungkan kita satu sama lain. Karena itu masalah yang terjadi di pasifik, adalah masalah di negara pasifik lainnya," tandas orang nomor dua RI ini.(ann/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait DPR RI
 
DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat
 
Polisi Tetapkan Pengguna dan Pembuat Plat DPR RI Palsu Jadi Tersangka
 
Putusan MKMK Bisa Jadi Amunisi Politik Bagi DPR RI Memakzulkan Presiden Jokowi
 
Seluruh Fraksi DPR, DPD dan Pemerintah Setuju RUU 5 Provinsi Dibawa ke Rapat Paripurna
 
Ini Kisah 'Falun Gong' yang Hadir dalam Rapat Paripurna DPR-RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]