Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
UU Desa
DPR Segera Sahkan RUU Desa
Wednesday 03 Jul 2013 09:59:36

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus), Budiman Sudjatmiko.(Foto: agung/parle)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Desa, Budiman Sudjatmiko mengatakan DPR merencanakan akan mengesahkan RUU Desa menjadi Undang-Undang (UU) tentang Desa pada Jumat, 12 Juli 2013 mendatang. Menurutnya, sudah tidak ada lagi kendala yang signifikan sehingga RUU Desa sudah bisa dibawa ke paripurna.

"Hanya tinggal tiga masalah pokok saja yang perlu pembahasan intens yakni masalah keuangan desa dan masa jabatan kepala desa serta rumusan desa dan desa adat. Saya yakin dalam satu kali pertemuan lagi dengan pemerintah dua poin tersebut selesai dan RUU disahkan jadi UU. Makanya Pansus yakin 12 Juli 2013 sudah bisa disahkan," kata Budiman Sudjatmiko, dalam acara Forum Legislasi bertema 'RUU Pemerintahan Desa', di Press Room DPR gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa (2/7).

Menyangkut keuangan desa lanjut Sudjatmiko, didalami masalah sumber pendapatan desa dan desa adat yang bersumber dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dari Pemerintah Pusat. Dalam rumusan yang sedang dibahas oleh Panja akan ditetapkan prosentase tertentu dari dana perimbangan yang diterima kabupaten dan kota dalam APBD. Pemerintah mengusulkan 10 persen.

"Namun fraksi-fraksi di DPR menginginkan alokasi dana untuk desa yang secara langsung dari APBN di luar dana perimbangan, sebesar 6 persen dari total nilai APBN, dialokasikan melalui kementerian yang menangani desa," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sedangkan untuk masa jabatan kepala desa, munurut Sudjatmiko, masih ada dua alternatif yakni masa jabatan enam tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan dan masa jabatan delapan tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Terakhir masalah desa dan desa adat. Dalam RUU ini diakui dua jenis desa yaitu Desa (anonim) dan Desa Adat. "Pengakuan pada kedua jenis ini berimplikasi pada penataan dan penyelenggaraan desa. Ada substansi yang berlaku umum untuk kedua desa tersebut, tetap ada yang hanya berlaku pada salah satu jenis desa saja," ungkap dia.(as/dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait UU Desa
 
• Anggota DPR Harapkan Amanat UU Desa Bisa Dipenuhi
 
• UU Desa Harus Diseriusi, Hana: Desa Adalah Kaki Negara
 
• Presiden SBY Sudah Teken Peraturan Pemerintah Tentang Pelaksanaan UU Desa
 
• Anggota DPR dan DPD Akan Bentuk Kaukus Parlemen Desa
 
• UU Desa Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Desa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]