Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Timwas Century
DPR Perpanjang Tugas Timwas Century
Friday 16 Dec 2011 18:24:45

Unjuk rasa menuntut penuntasan skandal bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – DPR memutuskan untuk memperpanjang kerja Tim Pengawas (Timwas) Century hingga 2012. Hal ini diputuskan setelah mendengarkan pandangan dari seluruh fraksi yang ada di DPR. Selanjutnya, pimpinan sidang mengambil keputusan untuk memperpanjangnya.

Dari seluruh fraksi tersebut, hanya Fraksi Partai Demokrat yang menolak perpanjangan Timwas Century. Sedangkan Fraksi PAN dan PKB menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPR. Selanjutnya, Fraksi Golkar, PKS, PPP, PDIP, Gerindra, dan Hanura minta Timwas Century diperpanjang.

"Kami menerima laporan Timwas Century. Pimpinan sepakat untuk memperpanjang Timwas Century selambat-lambatnya hingga 2012. Kalau menemukan sesuatu yang luar biasa, kami akan lakukan langkah selanjutnya," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang memimpin sidang paripurna di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/12).

Dalam rapat itu, pimpinan tim kecil Timwas Century Fahri Hamzah melaporkan perkembangan kasus Century yang ada di timwas. Penanganan kasus dugaan korupsi skandal bailout Bank Century oleh KPK belum ada hasil dan perkembangan berarti. Bahkan, KPK belum menemukan bukti adanya tindak pidana korupsi. Hal ini berbeda dengan pendapat Timwas bahwa kasus itu ada unsur korupsi.

Dipaparkan pula, dalam penanganan tindak pidana umum perbankan dan penggelapan pencucian uang, sudah kemajuan tapi belum tuntas. Aset recoveruy belum ada titik terang, pemerintah belum memberikan keterangan jelas mengenai keberadaan aset di luar negeri. Untuk itu aset recovery baik yang ada di dalam dan di luar negeri harus ditindaklanjuti terus.

Selanjutnya, dalam PT Antaboga belum ditemukan formulasi untuk mengembalikan dana nasabah. Pemerintah berpendapat tidak ada landasan hukum Bank Mutiara mengembalikan, padahal pengadilan memutuskan untuk dikembalikan. Tapi putusan pengadilan belum dapat dilaksanakan.

“Soal audit forensik yang belum selesai, BPK memiliki hambatan teknis dan membutuhkan waktu hingga 23 Desember 2011. Hambatan BPK tersebut, yakni tidak bisa masuk ke Bank Mutiara dan nasabah, kecuali harus melalui BI," jelas politisi PKS itu.(dbs/rob)


 
Berita Terkait Timwas Century
 
Terima Data Timwas, KPK Janji takkan Petieskan Century
 
DPR Perpanjang Tugas Timwas Century
 
Timwas Century Picu Persetuan Baru
 
Timwas Century DPR Segera Panggil KPK
 
Timwas Century: BPK Temukan Indikasi Penyimpangan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]