Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo
DKR DKI Jakarta Demo Balai Kota Tuntut Gakin dan Jamkesda Dilanjutkan
Wednesday 31 Oct 2012 14:12:51

Aksi demo Ratusan masyarakat dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) DKI Jakarta di Halaman gedung Balai Kota DKI Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan masyarakat dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) DKI Jakarta melakukan aksi demo dengan mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

Masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga ini menuntut agar program Gakin tetap di pertahankan agar memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat kecil di DKI Jakarta. Mereka juga meminta kepastian dari Gubernur Joko Widodo, agar pengobatan gratis untuk warga miskin DKI -Jamkesda kartu sehat bukan di asuransikan.

Dalam orasinya pendemo mengatakan bahwa, "program harus tetap berjalan untuk pelayanan masyarakat miskin, dan terus dapat berobat secara gratis dan cuma-cuma," ujar pendemo.

Sedangkan Dedi salah seorang pendemo mangatakan, "saya berharap dapat bertemu langsung Pak Joko Widodo untuk memastikan bahwa program Gakin dapat terus dijalankan, walau kami tahu saat ini Pak Joko Widodo sedang berada ke luar kota ke Bandung. Dan kami berharap kepada Pak Joko Widodo, agar progaram-program kesehatan jangan dialihkan menjadi ajang bisnis Pemprov DKI Jakarta dengan mengubah kebijakan mengasuransikan kesehatan ke pihak asuransi", ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pendemo masih melakukan aksinya di depan pendopo Balai Kota DKI, guna menanti utusan dari dalam Balai kota untuk menemui mereka, dan melakukan dialog dihalaman gedung balai kota.

Sebelumnya DKR tidak bersedia bertemu di dalam Gedung Balai Kota, walau sudah ada ajakan dari pihak Gubernur untuk berdialog langsung di dalam gedung Balai Kota DKI.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo
 
Singgung Tweet Arief Prihantoro, Warganet: Pak Kapolri Mau Tanya, Benarkah Polisi Membantai FPI?
 
Viral: Orang Ini Dicari Netizen Gegara Sebut 6 Laskar FPI Seperti Hewan Anjing yang Dibantai Polisi
 
Terungkap, Motif Tersangka Pengeroyok: Kesal 'Ocehan' Ade Armando di Media Sosial
 
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando
 
Ade Armando Babak Belur Diamuk Massa dan Ditelanjangi di Tengah Aksi Demo di DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]