Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
DKI Siaga Banjir Sampai Maret
Saturday 26 Jan 2013 18:10:37

Ilustrasi, Para warga saat berada di genangan banjir di Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Kamis (17/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Masa tanggap darurat banjir yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, sejak 17 Januari akan berakhir pada 27 Januari besok. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI tetap akan bersiaga hingga Maret. Sebab berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan masih akan mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga akhir Februari.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Syamsul Arfan Akilie mengatakan, untuk evaluasi banjir secara keseluruhan akan dilakukan pada Maret. Sementara saat ini terus dilakukan evaluasi harian untuk penanganan banjir dan yang akan dilakukan. "Maret baru kita akan evaluasi secara keseluruhan, karena sesuai prediksi BMKG curah hujan masih akan tinggi hingga akhir Februari," kata Syamsul, Sabtu (26/1).

Ia mengaku saat ini BPBD masih banyak keterbatasan, dan ke depan pihaknya akan membangun sistem yang lebih baik lagi untuk penanganan banjir di Jakarta. Hal tersebut belajar dari pengalaman banjir yang melanda ibu kota pada 17 Januari lalu. "Setelah evaluasi kita juga harus bersiap untuk banjir berikutnya," ujarnya.

Syamsul menambahkan, dalam evaluai nanti seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait diajak untuk berkoordinasi. Salah satunya yakni untuk perbaikan infrastruktur di ibu kota. "Jangan sampai lupa, manajemen dan perbaikan infrastruktur yang harus dilakukan paska banjir," tegasnya, seperti yang dikutip dari beritajakarta.com, pada Sabtu (26/1).

Menurutnya, saat ini warga tidak lagi hidup di bantaran sungai, tetapi di atas sungai. Sehingga lebar sungai menjadi berkurang. Akibatnya, kapasitas sungai juga berkurang. Terlebih kedalaman sungai saat ini juga sudah dangkal karena lama tidak dikeruk. "Sekarang mereka hidup di atas kali bukan lagi hanya di bantaran. Ini yang harus dibenahi dan memerlukan kesadaran masyarakat," katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, juga akan mempercepat nomalisasi empat sungai yang ada di Jakarta, yakni Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Warga yang terkena relokasi akan diberikan rumah susun sewa, yang juga disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Selain keempat sungai tersebut, normalisasi juga akan dilakukan di Waduk Pluit pada 2013. Mengingat waduk terbesar di Jakarta tersebut, saat ini sudah tidak mampu menampung air yang masuk karena semakin menyempit dan dangkal. Warga di sekitar waduk juga akan direlokasi ke rusun yang telah disediakan.(brj/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]