Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jakarta
DKI Bangun Pengganti Terminal Lebak Bulus di Ampera
Wednesday 04 Jun 2014 21:57:36

Ilustrasi. Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013).(Foto: BH/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun pengganti terminal bus Lebak Bulus yang telah dibongkar untuk dijadikan depo dan stasiun Mass Rapid Transit (MRT). Terminal bus pengganti akan dibangun di lahan kompleks perumahan milik Polri yang terletak di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

"Ya kan nanti disiapkan dulu, di perumahan Polri untuk lahannya. Kalau di sana sudah siap ya tinggal pindahkan saja," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama di Balaikota, Selasa (3/6).

Namun Basuki mengungkapkan, pembebasan lahan untuk pembangunan terminal bus di Ampera telah melewati batas waktu yang ditetapkan pada April 2014. "Kami saat ini masih menunggu izin presiden dan tengah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembebasan lahan untuk proyek MRT merupakan tanggung jawab Pemprov DKI yang akan dibagi ke sejumlah dinas terkait. Misalnya, untuk lahan terminal dipegang Dinas Perhubungan, lahan ruas-ruas jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU), lahan sarana olahraga di Dinas Olahraga dan Pemuda.

"Kalau perumahan Polri itu Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Jadi tergantung kecepatan untuk pembebasan lahan di Polri dan juga untuk menyiapkan implasemen (tanah lapang)," ungkapnya.(beritajakarta/anas/bhc/sya)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]