Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Bambang Soesatyo
Cyber Army Penting untuk Ketahanan Nasional
2018-02-27 05:35:46

Ketua DPR Bambang Soesatyo.(Foto: Jaka/jk)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai, cyber army penting untuk ketahanan nasional. Apalagi menjelang Pemilu, dengan adanya cyber army, dapat menjaga pemilu dari dampak hoaks yang bertebaran, lalu dikonsumsi publik tanpa nalar yang sahat. Ia pun mendukung dan mendorong organisasi-organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan yang memiliki gagasan membentuk cyber army.

"Upaya pembentukan cyber army untuk ketahanan nasional dirasa penting, apalagi sedang menghadapi beberapa agenda politik besar di satu, dua tahun ke depan ini, di tahun 2018 dan 2019," papar Bambang saat menerima Pengurus Forum Komunikasi Putra Putri TNI Polri Indonesia (FKPPI) pimpinan Arif Bawono, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/2).

Cyber army ini bertujuan menangkal pemberitaan yang berisi kebohongan alias berita palsu atau hoaks. Karena dalam internet, tidak hanya menghadirkan manfaat bagi masyarakat, tetapi terdapat pula konsekuensi dari efek negatif yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sehingga perlu adanya cara berfikir bijak dalam menggunakan internet melalui sarana cyber army.

"Jadi, tantangan kita saat ini bukan terhadap musuh nyata, tapi musuh dalam hal teknologi. Itu hoaks-hoaks yang sangat mengganggu kita, karena potensi adu domba dan potensi yang merusak moral bangsa juga ada di sana. Sehingga jika setiap organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan membentuk cyber army dan menghalau serangan berita palsu itu sangat bagus dan harus didukung," jelas Bambang.

Ditambah kondisi global saat ini, dengan teknologi-teknologi mutakhir dan dunia informasi dengan akses internet yang luas, membuat dimensi menjadi sulit dibatasi. Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini memberikan dukungan untuk Indonesia yang bersih dari informasi palsu.

"Kami akan dukung sejauh yang bisa kita bantu, tentu dengan Komisi I DPR RI, dijembatani oleh Badan Sandi dan Siber Nasional kita, juga bekerja sama dengan badan-badan intelijen. Kita harus bersama-sama mengatasi masalah bangsa ini, tidak bisa sektoral atau sendiri-sendiri," ujar Bambang.(eko/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Bambang Soesatyo
 
Bamsoet Terima Anugerah Warga Kehormatan Utama Korps Brimob
 
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
 
Cyber Army Penting untuk Ketahanan Nasional
 
Bambang Soesatyo: Jabatan Ketua DPR Sebagai Amanah
 
Bambang Soesatyo Hari Ini Bakal Dilantik sebagai Ketua DPR RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]