Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Curah Hujan Tinggi, Banjir Genangi Jalan Haji Ipin
Sunday 25 Nov 2012 13:23:47

Suasana Banjir yang menggenangi jalan Haji Ipin, Sabtu (24/11).(Foto: BeritaHUKUM.com/opn)
JAKARTA, Berita HUKUM - DKI Jakarta saat ini terus diguyur hujan hingga mengakibatkan banjir dibeberapa tempat. Salah satu tempat yang terkena banjir tersebut adalah jalan Haji Ipin, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11).

Sekitar pukul 13:00 WIB kemarin, banjir yang menggenangi jalan itu sudah mencapai tinggi satu meter sehingga tidak bisa dilalui oleh para pengendara roda dua dan roda empat.

Salah satu warga Haji Ipin, Terry saat dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com mengatakan bahwa, "banjir ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan terus-menerus mengguyur tempat ini mas, tadi aja sekitar pukul 13:00 WIB (kemarin) udah mencapai satu meter," ujarnya.

Ia menambahkan, banjir yang menggenangi jalan disini terus terjadi, apalagi dimusim penghujan. Disisi lain dikarenakan luapan kali yang sudah meluap sampai kejalan ini mas, katanya.

"Luapan kalinya mas yang juga menggenangi jalan disini", tambahnya.

Dijelaskannya, banjir tersebut akan surut kira-kira sekitar pukul 18:00 WIB nanti (kemarin), tetapi bila hujan deras datang lagi kemungkinan banjir yang menggenangi jalan Haji Ipin ini akan bertambah lebih besar lagi.

“Kalau hujannya lebat malam ini, bisa saja banjir dijalan ini lebih besar lagi daripada sekarang,” jelasnya.

Dari pantauan pewarta, sejak pukul 16:00 WIB tadi (kemarin) banjir di jalan tersebut mulai surut dengan kedalaman air sekitar 1/2 meter. Tetapi, meskipun banjir di jalan itu mulai surut, namun masih banyak juga para pengendara sepeda motor yang tidak bisa melewati jalan itu. Sedangkan pengendara yang lainnya ada juga yang nekad untuk melewati jalan itu, meskipun mesin kendaraannya mogok di tengah-tengah jalan yang tergenangi banjir tersebut.

Salah satu pengendara roda dua, Edi saat berhenti di jalan sebelum terkena banjir tersebut mengatakan, tidak bisa melewati jalan itu, karena jika diteruskan kemungkinan motornya akan mogok di tengah- tengah jalan tersebut.

"Kami tidak bisa melewati jalan ini, karena kami harus menunggu air hingga surut dulu. Kalau kami paksain, motor kami bisa mogok di tengah jalan yang terkena banjir itu," katanya.

Antusiasme warga dari anak-anak sampai orang dewasa pun berdatangan di tempat tersebut, mereka terlihat asyik menyaksikan para pengendara roda dua dan roda empat, ada yang mogok saat melintasi jalan yang terkena banjir itu.

Hingga berita ini diturunkan banjir ditempat itu mulai surut, dan sudah bisa dilewati para pengendara roda dua dan empat.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]