Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Ciri Muhammadiyah Berdaulat Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar Secara Cerdas dan Jernih
2020-01-13 09:25:03

JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam keikutsertaan membangun bangsa, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa salah satu ciri Muhammadiyah adalah berdaulat dalam melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara cerdas dan jernih.

"Tugas orang yang cerdas adalah menjelaskan apa adanya. Muhammadiyah sejak awal dalam rumusan Muhammadiyah Berkemajuan lima tahun lalu mengingatkan bahwa Indonesia sedang mengalami gejala kehilangan arah, penyimpangan, dan penyelewengan dalam sistem ketatanegaraan yang perlu segera kita perbaiki secara serius," pesannya.

Mu'ti menyatakan hal tersebut sebagai tanggapan atas kegelisahan Prof. Hamdan Zoelva dan Prof. Siti Zuhro dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (10/1) mengenai prospek Indonesia 2020.

Dalam sesi Pengajian yang bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta tersebut, Hamdan Zoelva menilai Indonesia sedang mengalami tantangan besar pada ketimpangan ekonomi dan peradilan, ditambah dengan upaya penggerusan nilai-nilai ketuhanan.

Sementara itu Siti Zuhro berpendapat keadaan tersebut semakin diperparah dengan minimnya integritas para kepala daerah dan masuknya para pemodal politik yang memperburu kualitas demokrasi di Indonesia.

"Sedikitnya 427 kepala daerah dan wakil kepala daerah terjerat Operasi Tangkap Tangan. Pilkada langsung tidak berdampak pada good governance. Indeks demokrasi menurun, kita tidak boleh bergincu bahwa kita sangat akrab antar sesama warga negara. Rasa tidak saling percaya masih nampak," ungkap Siti Zuhroh sembari mendorong warga Muhammadiyah untuk terus mencerahkan masyarakat.

"Masyarakat kita memang perlu dicerdaskan dalam proses itu. Warga persyarikatan tentu harus menjadi kelompok kritis yang konstruktif ikut membangun negara," imbuh Mu'ti.

Penghargaan Terhadap Para Aktivis Kebencanaan

Di sela-sela Pengajian Bulanan, Mu'ti turut memberikan penghargaan kepada aktivis kebencanaan Muhammadiyah yang datang dari luar Jabodetabek dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek, Banten dan Bogor.

"Mereka memberikan pelayanan terbaik dan optimisme pada masyarakat terdampak bencana. Ijinkan saya menyampaikan terimakasih pada RS Islam Sukapura, RS Cempaka Putih, RS Siti Aminah Bumiayu dengan dr. Jauhar Muhammad, Irfan Wahid dan sopir. RS PKU Tegal dengan dr. Adi Zulfikar, Kukuh Bayu Aji, Izzudin Ali Maksum, Teguh Handoyo dan Eko Budiyanto. RS Muhammadiyah Petanahan Kebumen dengan dr. Hesti Kusuma Wardani, Oki Miftah Riski dan perawat," sebut Mu'ti.

"Beliau-beliau itu dari tanggal 2 Januari hingga 10 Januari telah membantu masyarakat di Bogor dan Banten hingga 19 Januari mendatang. Jumlah penerima manfaat dari kehadiran relawan Muhammadiyah sebanyak 2.672 jiwa hingga hari ini. Ini murni dari Muhammadiyah bukan penyaluran dari pemerintah," tutup Mu'ti.(afandi/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]