Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Laut Cina Selatan
Cina Kecam Pidato Jepang dan AS Soal Laut Cina Selatan
Monday 02 Jun 2014 06:35:28

Wang mengatakan kritik Jepang dan AS sebagai "tak terbayangkan". Vietnam mengharapkan kapal penjaga pantai Jepang di Laut Cina Selatan tahun depan
CINA, Berita HUKUM - Cina mengecam Perdana Menteri Jepang dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat karena menganggap mereka telah membuat pidato "provokatif" melawan Cina pada forum keamanan Asia di Singapura. Jenderal Cina Wang Guanzhong mengatakan komentar Shinzo Abe dan Chuck Hagel di forum Dialog Shangri-La tersebut sebagai hal yang "tidak bisa diterima".

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel mengatakan Sabtu (31/5) Cina "mendestabilisasi" Laut Cina Selatan.

Sementara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam forum tersebut mengatakan akan memberikan dukungan yang lebih besar kepada negara-negara Asia Tenggara.

Forum yang menyatukan Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara tersebut digelar di tengah ketegangan antara Cina, Vietnam dan Filipina.

Hubungan Jepang-Cina juga tegang atas sengketa pulau di wilayah Laut Cina Timur.

Menyimpang dari pidato yang dipersiapkan, Wang menuduh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel berkoordinasi dan mendorong satu sama lain untuk menyerang Cina dalam sambutan mereka.

Wang mengatakan "tak terbayangkan" menerima "kritik yang tidak diinginkan terhadap Cina".

Vietnam mengharapkan untuk mengambil pengiriman kapal penjaga pantai Jepang awal tahun depan, wakil menteri pertahanan negara itu mengatakan pada 1 Juni, seperti Hanoi terlihat untuk meningkatkan pertahanannya di tengah sengketa teritorial dengan China di Laut China Selatan.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada 30 Mei bahwa, Tokyo akan memberikan negara-negara Asia Tenggara yang "dukungan sepenuhnya" dalam perselisihan teritorial mereka atas Laut Cina Selatan, dalam pidato yang mendapat respon bermusuhan dari China.

Di Laut Cina Selatan, puluhan kapal Vietnam dan Cina, termasuk kapal penjaga pantai, terus ancang-ancang sekitar rig minyak China di perairan yang diperebutkan.

Ketegangan meningkat pekan lalu ketika Hanoi mengatakan kapal China menabrak dan menenggelamkan sebuah kapal nelayan Vietnam tidak jauh dari rig minyak. Kantor berita resmi China Xinhua melaporkan kapal terbalik setelah "melecehkan dan bertabrakan dengan" perahu nelayan Cina.

Kapal patroli dari Cina dan Jepang telah bermain kucing dan tikus di perairan dekat Kepulauan Senkaku yang disengketakan di Laut Cina Timur, menimbulkan kekhawatiran bentrokan disengaja antara ekonomi kedua dan ketiga terbesar di dunia.(BBC/ajw.asahi/bhc/sya)


 
Berita Terkait Laut Cina Selatan
 
ASEAN Perlu Berpikir Komprehensif Selesaikan Masalah Laut China Selatan
 
Laut China Selatan Kian Memanas, Wakil Ketua MPR: Indonesia Harus Tetap Siap Siaga
 
Laut China Selatan: Aksi China Memburu Sumber Daya 'Melanggar Hukum', Kata Menlu AS
 
Seruan AS agar Melayarkan Kapal ke Laut Cina Selatan
 
AS Tuntut Cina 'Menghentikan' Reklamasi di Laut Cina Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]