Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Cina
China Denda Alibaba Milik Jack Ma Rp43 Triliun
2021-04-16 08:07:55

CINA, Berita HUKUM - Ini merupakan minggu yang sulit bagi perusahaan teknologi China. Akhir pekan lalu raksasa e-commerce Alibaba milik konglomerat Jack Ma didenda $2,8 miliar (sekitar Rp43 triliun) oleh regulator China, yang mengatakan perusahaan itu telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Kemudian pada hari Senin, perusahaan pembayaran digital China Ant Group - afiliasi dari Alibaba - mengumumkan rencana restrukturisasi drastis setelah regulator memaksa perusahaan itu bertindak lebih seperti bank daripada perusahaan teknologi.

Pada hari Selasa, 34 perusahaan teknologi China, dipanggil oleh pejabat dan diperingatkan: biarkan Alibaba menjadi pelajaran bagi Anda.

Mereka telah diberi waktu satu bulan untuk "merefleksikan diri" dan mematuhi aturan baru China untuk perusahaan teknologi., eksternal" aturan baru China untuk perusahaan teknologi.<

Alibaba adalah kakek dari industri teknologi China. Perusahaan itu mendominasi pasar di sana dengan lebih dari 800 juta pengguna di China saja., eksternal" dengan lebih dari 800 juta pengguna di China saja.

Itulah mengapa ini menjadi peringatan bagi orang-orang lain di sektor teknologi ketika perusahaan itu didenda dan secara resmi ditegur.

Investigasi terhadap perusahaan Alibaba mengatakan bahwa perusahaan itu telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun dengan membatasi pedagang untuk berbisnis atau menjalankan promosi di platform saingan.

Denda tersebut berjumlah sekitar 4% dari pendapatan domestik perusahaan tahun 2019.

Para pelaku industri mengatakan kepada saya "semua orang tegang". Perusahaan besar khawatir mereka akan jadi yang berikutnya.

Perusahaan seperti Tencent, JD.com, Meituan, Bytedance, dan Pinduoduo semuanya melihat pengalaman Alibaba dan berusaha untuk tak melewati garis merah yang ditetapkan oleh Beijing.

Di permukaan, denda Alibaba terkait dengan peningkatan regulasi di sektor teknologi China dan bagi banyak orang, ini adalah pertanda baik bahwa pasar telah matang.

"Jika Anda membaca undang-undang, regulator China mencoba untuk lebih melihat ke depan dan berpikir ke depan dalam upaya mengatur industri yang bergerak begitu cepat," kata Rui Ma, seorang analis teknologi China dan co-host podcast Tech Buzz Cina.

"Mereka memasukkan penggunaan algoritma, bukan hanya soal persentase kepemilikan saham. Mereka mencoba memahami ekonomi platform dan mencoba sejalan dengan apa yang dilakukan oleh negara-negara yang lebih maju."

Tetapi langkah tersebut juga dipandang sebagai tindakan politis.

Itu adalah indikasi bahwa di bawah Presiden Xi Jinping, tidak ada yang lebih besar atau lebih kuat dalam kehidupan rakyat China biasa, selain Partai Komunis.

Perusahaan-perusahaan ini telah menciptakan dunia virtual alternatif bagi orang-orang China dan sangat menguasai kehidupan mereka. Anda tidak dapat melewati hari tanpa mengakses salah satu aplikasi ini di China.

Namun, pengaruh yang sama atas kehidupan orang-orang China menempatkan mereka dalam persaingan langsung dengan Partai Komunis China.






President Xi Jinping


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES



Keterangan gambar,


Tindakan regulator menunjukkan bahwa di bawah Presiden Xi Jinping, tidak ada yang lebih kuat dalam kehidupan orang China selain Partai





Sumber-sumber di lingkaran keuangan China mengatakan kepada saya bahwa mereka mencurigai "[Jack Ma] membuat kesal banyak pemimpin puncak di Beijing" ketika ia membuat pidato yang menolak sektor perbankan tradisional tahun lalu.

Pidato tersebut menyebabkan media pemerintah mengkritik bisnis Ma, Alibaba dan Ant Group. Kemudian Ma dan timnya dipanggil oleh regulator dan peluncuran pasar saham Ant yang sangat dinanti-nantikan pun ditangguhkan.

Para pengamat memberi tahu saya apa yang dikatakan Ma pada simposium itu sangat merugikannya.

Baik Ant dan Alibaba ingin menyelesaikan masalah itu.

Dalam sebuah rapat investor minggu ini, wakil ketua eksekutif Alibaba Joe Tsai mengatakan: "Dari sudut pandang regulasi.. Dalam kasus kami, kami telah diawasi dan kami senang untuk menyelesaikan masalah ini."

Dia menambahkan: "Saya pikir di masa depan, tren global akan memperlihatkan regulator lebih tertarik untuk mengawasi beberapa area di mana Anda dapat mengalami persaingan tidak sehat."

'Wild West' teknologi China sedang berubah

Perusahaan teknologi China lahir dan tumbuh di lingkungan dengan sedikit atau tanpa regulasi.

Sektor ini beroperasi seperti Wild West, dengan filosofi "bangun dan mereka akan datang".

Dan untuk waktu yang lama pemerintah secara aktif mendorong hal itu.






Sign on Alibaba headquarters in Hangzhou


SUMBER GAMBAR,GETTY IMAGES





Keterangan gambar,


Wakil ketua Alibaba Joe Tsai: "Kami telah diawasi dan kami senang menyelesaikan masalah ini"





"China memiliki skema nasional untuk mempromosikan kewirausahaan dan inovasi," kata Angela Zhang, profesor di Universitas Hong Kong kepada saya.

Dia adalah seorang ahli hukum China dan merupakan penulis buku terbaru berjudul Chinese Antitrust Exceptionalism.

"Di masa lalu, regulator sedikit lebih longgar dalam pendekatan mereka. Mereka menggunakan regulasi alternatif yang lebih lunak bagi perusahaan teknologi."

Tetapi lanskap regulasi itu berubah ketika China mencoba mengendalikan perusahaan-perusahaan ini.

Prof Zhang mengatakan bahwa sementara Beijing ingin mengendalikan sektor ini - mereka tidak ingin membunuh angsa emas perekonomian.

"Dalam bahasa China ada ungkapan, membunuh ayam untuk menakut-nakuti monyet," katanya. "Alibaba akan digunakan sebagai contoh, sebagai pelajaran bagi perusahaan teknologi lain.

"Jika Anda menempatkan diri Anda pada posisi kepemimpinan China, mereka pasti menginginkan kemakmuran ekonomi. Pertumbuhan adalah prioritas utama pemerintah. Pengalaman Alibaba akan memastikan perusahaan yang lain sejalan."

Rui Ma setuju dan mengatakan aturan tersebut akan membantu mendorong lebih banyak inovasi untuk perusahaan kecil di China yang hingga saat ini telah ditekan oleh para pemain besar.

"Pemodal ventura lokal yang pernah saya ajak bicara umumnya mendukung peraturan ini," katanya.

"Mereka berpikir ada lebih banyak peluang untuk menemukan perusahaan yang lebih muda dan lebih baru yang tidak memiliki kesempatan sebelumnya."(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Cina
 
Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
 
Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
China Denda Alibaba Milik Jack Ma Rp43 Triliun
 
Cina Desak AS Segera Cabut Pembatasan Perdagangan
 
Saat Mao Zedong Nafsu Melibas Lawan Politik, Dia Kampanye Sok Baik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Studi: Virus Covid-19 Berkembang Baik di Udara, Masker Longgar Rawan Tembus
Jangan Kaget! Harga BBM Pertamina Sudah Naik, Ini Daftarnya
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
Viral Napi Lapas Kelas 1 Medan Diduga Dianiaya dan Diperas Petugas
Kuasa Hukum: Utang Kasus SEA Games XIX 1997 Bukan Tanggung Jawab Bambang Trihatmodjo
Irjen Napoleon Tulis Surat Terbuka terkait Penganiayaan Muhammad Kece, Begini Isinya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ustadz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Saat Pulang dari Masjid
Aturan Maritim Baru China Klaim LCS, Wakil Ketua MPR: Ini Jelas Tindakan Provokasi, Indonesia Harus Bersikap Keras dan Tegas
Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat, Politisi PKS: Sejak Awal Diprediksi Bermasalah
Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk
PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?
Temuan Selisih Anggaran PEN dalam APBN 2020 Sangat Memprihatinkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]