Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
Chandra: Nazaruddin Disidangkan Awal November
Thursday 27 Oct 2011 22:15:41

Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya memastikan bahwa berkas kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI/2011 Muhammad Nazaruddin telah tuntas. Bahkan, diharapkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu akan disidangkan awal November nanti.

"Mungkin segera disidangkan. Mudah-mudahan awal November. Kami berharap begitu,” kata Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (27/10).

Menurut Chandra, apa yang ditudingan tersangka Nazaruddin serta para pihak yang telah diperiksa KPK, nantinya akan dapat dibuktikan di pengadilan. Begitu pula dengan aliran dana yang mengalir ke mana-mana itu. "Kalau ada bukti-bukti (aliran dana korupsi), pasti akan disampaikan dalam persidangan. Semua ini akan menjadi bukti bagi kami," tandasnya.

Sebelumnya, Nazaruddin telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 30 Juli lalu. Ia diduga menerima suap dalam proyek pembangunan wisma atlet senilai Rp 191 miliar. Tim penyidik menjeratnya dengan Pasal 12 huruf a dan b jo Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 11 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pada bagian lain, Chandra menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat pelatihan olah raga di Hambalang, Jawa Barat,telah masuk dalam tahap penyelidikan sejak Agustus 2011. Artinya, status pemeriksaan proyek Hambalang telah naik dari tahap pengumpulan bahan dan keterangan menjadi penyelidikan.

Tapi Chandra enggan mengungkapkan siapa saja saja yang sudah serta akan dimintai keterangannya dalam proyek senilai Rp 1,52 triliun tersebut. Chandra menyimpannya rapat-rapat dan hanya melempar senyum. "Tidak harus manggil (saksi untuk dimintai keterangan),” selorohnya.

Kasus ini sendiri muncul dari Nazaruddin. Ia pernah mengungkapkan adanya aliran dana sebesar Rp 50 miliar dari pelaksana proyek PT Adhi Karya kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan sejumlah pihak lain. Uang digelontorkan, saat Kongres Partai Demokrat berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Januari 2010 lalu. (mic/spr)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
• Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
• Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
• Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
• Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
• KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]