Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Politik
Cawapres Jusuf Kalla Mewakili 4 Partai Politik
Monday 19 May 2014 15:58:18

Acara Deklarasi Capres Cawapres PDIP, tampak Puan Maharani, JK dan Megawati, Senin (19/5).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa Muhammad Jusuf Kalla atau JK jika ditanya mewakili partai mana? Maka jawabnya adalah Jusuf Kalla mewakili 4 partai politik.

"Mewakili 4 Partai; PDI-P, Nasdem, PKB dan Hanura, JK pernah menjadi menteri perindustrian, pernah jadi wakil presiden dan sekarang menjadi wakil presiden lagi," ujar Tjahjo Kumolo di hadapan Ketua Umum PDI-P Megawati dan Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Senin (19/5).

Menurutnya, kedua calon Presiden (Jokowi, 52th) dan Wakil Presiden (JK, 72th) ini usianya sama sama dan masih sangat sehat, juga mampu mengemban tugas dan tangggung jawab menjalankan negara kedepan dengan baik.

Keduanya ini usianya sama-sama, sehatnya sama dan siap mendengar serta memimpin, dan terakhir disaksikan Ketum Bu Mega dan saksi-saksi lainya dari Ketua Umum Parpol menandatangani surat yang akan di kirim ke KPU untuk resmi mendaftar sebagai pasangan calon Presiden Pemilu 9 Juli 2014.

Sementara, Suasana kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuanagan Megawati Soekarnoputri ramai didatangai oleh pengurus DPP dan DPD PDI-P serta para pendukung dan relawan calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Cawapres M. Jusuf Kalla di acara deklarasi ini.

Dari pantauan pewarta tampak dipasang tenda serta bangku-bangku dipenuhi diisi oleh para tamu undangan.

Sementara itu penjagaan cukup ketat, sementara diluar kediaman Megawati ratusan pendukung dan relawan Jokowi terlihat sudah memenuhi dan menutup 2 ruas jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat.

"Mulai tadi malam Pak Joko widodo sudah berdiksusi siapa calon yang paling tepat, tadi pagi sambil makan nasi goreng, Ibu Megawati dan Pak Surya Paloh, Wiranto dan sambil makan nasi goreng," ujar Tjahyo Kumolo Sekjend PDI-P di Senin (29/5).

Dan dari gedung Juang, dan pagi ini penandatanganan berkas-berkas resmi untuk ke KPU, untuk melakukan deklarasi.(bhc/put)


 
Berita Terkait Politik
 
Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
 
Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
 
Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
 
Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
Syahganda Nainggolan Desak Jokowi Terbitkan Inpres Agar Menteri Tak Bicara Politik Sampai 2023
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]