Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Tanggul Raksasa
Butuh 10 Tahun Bangun Tanggul Raksasa Jakarta
Friday 31 Aug 2012 17:26:23

Tanggul Raksasa (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Rotterdam (Belanda), akan membuat masterplan tanggul raksasa di pantai utara Jakarta, atau biasa disebut Giant Sea Wall. Pembangunan diperkirakan butuh waktu 10 tahun.

Menurut Asisten Deputi Menteri Urusan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Purba Robert M Sianipat, Pemkot Rotterdam sedang melakukan tender konsultan pembuatan masterplan Giant Sea Wall di Belanda.

Pada akhir November 2012, pengerjaan masterplan ditargetkan sudah bisa dilakukan di Indonesia.

“Pembangunan Giant Sea Wall butuh waktu 10 tahun. Paling tidak, tahun 2025 tanggul laut raksasa sudah beroperasi menahan rob laut”, jelas Robert, Kamis (30/8/2012).

Robert menuturkan, karena dana pembangunan Giant Sea Wall merupakan dana grand (hibah) dari Belanda, maka lelang dilakukan di Belanda.

Namun, konsultan tetap harus ada orang Indonesia di dalamnya. Setelah ditentukan pemenang lelangnya, maka pembuatan masterplan dilakukan di Jakarta.

Menurut Robert, pengerjaan masterplan Giant Sea Wall diberikan waktu dua tahun. Sehingga, pada 2014, pembuatan masterplan diharapkan sudah selesai.

Robert menambahkan, selama dua tahun pengerjaan masterplan, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat akan menguatkan tanggul-tanggul di sepanjang pantai utara Jakarta.
Ini agar tanggul tidak jebol selama terjadi rob atau air pasang laut. Sebab, jika jebol, maka akan timbul bencana banjir di Jakarta.

“Selama Giant Sea Wall belum dibangun, kami lakukan penguatan tanggul yang eksisting, seperti tanggul di Pasar Ikan. Kalau itu jebol, maka banjir akan melanda wilayah Jakarta Pusat”, ucapnya.(tbn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Tanggul Raksasa
 
Pembangunan Tanggul Raksasa Akan Dipercepat
 
Butuh 10 Tahun Bangun Tanggul Raksasa Jakarta
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]