Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Revisi UU KPK
Busyro: UU KPK Tidak Perlu Direvisi
Friday 16 Mar 2012 18:11:59

Revisi terhadap UU KPK tidak diperlukan, karena aturan yang ada saat ini sudah cukup memberi kekuatan dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Gagasan Komisi III DPR yang ngotot untuk merevisi UU Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , ditanggapi dingi pihak lembaga penegak hukum tersebut. Pasalnya, perubahan terhadap UU tidak diperlukan dan tak ada urgensinya untuk diubah. Bahkan, tidak ada relevansi untuk mengganti UU yang berlaku saat ini.

"Hingga saat ini, kami berpendapat tidak ada relevansinya merevisi UU KPK. Kami yang menjalankan UU selama delapan tahun, merasa sudah cukup (dengan UU yang ada sekarang). UU sudah cukup dan tak perlu diperkuat," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (16/3).

Busyro justru mengkhawatirkan revisi terhadap UU KPK akan dijadikan momentum untuk menggelontorkan uang. "Dikhawatirkan terdapat money politic untuk proses ini. Atas dasar ini, lebih baik teman-teman Komisi III DPR mempertimbangkan dengan arif, sabar, jiwa besar untuk menarik kembali (gagasan merivisi UU KPK tersebut)," jelasnya.

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini juga mengkhawatirkan revisi UU KPK berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperlemah pemberantasan korupsi dengan menggelontorkan uang. "Kekuatan-kekuatan yang menghendaki korupsi ingin 'come back' akan menggelontorkan uang dalam proses (revisi UU KPK) ini," papar dia.

Seperti diketahui, sejak lama Komisi III DPR berencana merevisi UU tersebut. DPR merasa bahwa UU KPK perlu disesuaikan, karena dinilai tidak efektif dalam memberantas korupsi. Sebagian besar ngotot mengembalikan tugas penuntutan kepada Kejaksaan, menghilangkan wewenang penyadapan, dan sebagainya yang bertujuan merontokan tugas dan wewenang KPK.(dbs/wmr)


 
Berita Terkait Revisi UU KPK
 
• Relawan Jokowi Presidium RIB Tolak Revisi UU KPK
 
• Forum Guru Besar Harapkan Revisi UU KPK Ditarik dari Prolegnas
 
• Presiden PKS: Cabut Revisi UU KPK dalam Prolegnas
 
• Presiden Jokowi dan Pimpinan DPR Sepakat Tunda Pembahasan Revisi UU KPK
 
• Ketua KPK: Saya Siap Mengundurkan Diri Jika Revisi UU KPK Dilakukan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]