Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Buruh Migran
Buruh Migran Upayakan Kerja Kolektif
Saturday 22 Dec 2012 20:32:43

Sastro (dua dari kiri), pegiat Jaringan Relawan Kemanusiaan (JRK) saat menyampaikan berbagai persoalan buruh migran yang dijumpai jejaring Migrant Center dampingan JRK, Jum'at (21/12).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menjelang penghujung 2012, Yayasan Tifa menggelar pertemuan jejaring organisasi buruh migran di Puri Casablanca, Jumat kemarin (20/12). Pertemuan ini dalam rangka mempertemukan peluang kerja kolektif antar organisasi mitra Yayasan Tifa di Program Buruh Migran. Beberapa organisasi yang hadir antara lain Seruni Banyumas, SBMI Banyuwangi, LAKPESDAM NU Cilacap, JARI PPTKILN, OnTrack Media, Infest, ADBMI, Koslata, Rumah PK, Kapal Perempuan, Peduli Buruh Migran (PBM), Jaringan Relawan Kemanusiaan (JRK), Migrant Center, Karsa, FORKABUMI, WCC Balqis, dan perwakilan kampus UNPAS.

Pertemuan jejaring organisasi masyarakat sipil tersebut, selain membicarakan kerja masing-masing organisasi, juga memetakan pelbagai temuan fakta persoalan BMI, peluang ruang kerja kolektif, dan kemungkinan tantangan perlindungan buruh migran di dua hingga tiga tahun ke depan.

“Selain membicarakan kerja berjejaring, dalam peserta dibagi beberapa kelompok untuk mendiskusikan pelbagai masukan, kritisan, dan gagasan mereka terhadap draft RUU PPILN yang akan dibahas di DPR-RI,” tutur Stanley, pegiat hak asasi manusia yang menjadi fasilitator kegiatan ini.

Fathulloh dari Infest, mewakili Pusat Sumber Daya Buruh Migran menyampaikan bahwa kerja berjejaring membutuhkan prasyarat alat dan sumber daya yang bisa digunakan bersama. Sumber daya infrastruktur media berupa portal www.buruhmigran.or.id harus dimaksimalkan organisasi buruh migran untuk mendukung pelbagai kerja advokasi dan kampanye mereka.

Renata dari Yayasan Tifa di akhir sesi pertemuan hari pertama menyampaikan pokok kerja Tifa terkait isu buruh migran di tahun 2013 akan fokus pada gagasan persoalan migrasi dan pembangunan (Migration and Development). Yayasan Tifa juga berencana mempertemukan organisasi buruh migran di Indonesia dengan pelbagai perwakilan lembaga pemegang kebijakan terkait isu buruh migran. Persiapan rencana pertemuan tersebut dilakukan dengan membentuk semacam kelompok tugas (Task Force) yang akan mengumpulkan lembar fakta persoalan BMI dari pelbagai organisasi mitra Tifa. (bm/bhc/mdb)



 
Berita Terkait Buruh Migran
 
Polisi Tangkap Nurbaety Pelaku TPPO Pekerja Migran, Bukti Kolaborasi Sikat Sindikat
 
Pemerintah Fasilitasi Pemulangan 131 PMI Bermasalah dari Malaysia
 
Kepala BP2MI Ingin Pastikan Pekerja Migran Dapat Pelayanan Maksimal di Wisma Atlet
 
BP2MI Bergerak: Lindungi Pekerja Migran Indonesia dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki
 
BP2MI Gandeng Damri untuk Fasilitasi Pemberangkatan dan Pemulangan PMI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]