Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus DPID
Bupati Aktif dan Dua Mantan Bupati di Aceh Diperiksa KPK
Tuesday 26 Mar 2013 13:20:20

Bupati Pidie Jaya, HM Gade Salam.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merambah pada pemanggilan saksi-saksi dari Nangroe Aceh Darussalam yang dipanggil dalam kasus dugaan suap proyek Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Tiga petinggi dari Aceh yang dipanggil hari ini, Selasa (26/3) adalah HM Gade Salam (Bupati Pidie Jaya), Anwar Ahmad (mantan Bupati Aceh Besar), Tagore Abu Bakar (mantan Bupati Bener Meriah). Seperti diketahui, di tiga tempat itu merupakan lokasi proyek DPID yang diurus oleh terpidana yang juga anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati.

Tiga saksi ini akan dimintai keterangan untuk kasus dugaan suap senilai Rp 6,25 miliar itu dengan tersangka Haris Surahman. Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK mengatakan, "Ketiga diperiksa sebagai saksi untuk HS," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK sudah memanggil mantan Pimpinan Banggar DPR RI secara bergantian. Mereka yang pernah dipanggil KPK dalam kaitan kasus ini adalah Olly Dondokambey, Mirwan Amir, Melchias Markus Mekeng, Wa Ode Nurhayati, Tamsil Linrung, dan Fadh El Fouz. Mereka diperiksa sebagai saksi Haris.

Haris sendiri disebut-sebut merupakan staf ahli anggota DPR, Halim Kalla. Haris dikatakan Fahd adalah perantara Fahd untuk menyuap Wa Ode dengan uang Rp 6,7 miliar untuk memuluskan mendapatkan jatah DPID.

Namun, dari sekian permintaan jatah yang diharapkan Fahd, Wa Ode tak menyanggupinya dan putera pedangdut A Rafiq itu pun geram. Wa Ode juga sembat menyeret beberapa nama pimpinan Banggar ikut menikmati diut dari proyek ini.

Nama-nama yang disebut ikut menikmati adalah Ketua DPR RI Marzuki Alie dan para Wakil Ketua DPR.(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus DPID
 
KPK Kembali Periksa Haris Andi Surahman
 
Inkracht, KPK Eksekusi Wa Ode Nurhayati
 
Anggota Komisi III Andi Anzar Penuhi Panggilan KPK
 
Irgan Waketum Komisi IX DPR Dipanggil KPK
 
Dituding Terima Duit DPID, Ketua Fraksi PAN: Saya Tidak Kenal Haris Suharman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]