Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Buku
Buku Ketahanan Nasional Jadi Kebutuhan Bangsa
Sunday 22 Jul 2012 22:02:24

Lemhannas RI (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Buku berkualitas tinggi, yang sanggup memberi inspirasi komponen bangsa dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional sudah menjadi kebutuhan bangsa. Demikian dikatakan Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, di Gedung Dwiwarna Lemhannas RI, Jakarta.

Gubernur Prof. Budi Susilo Soepandji mengatakan hal itu ketika membuka latihan penulisan buku dan artikel bagi segenap pejabat di lingkungan Lemhannas RI, beberapa waktu lalu. Menurut Prof. Budi Susilo Soepandji, gagasan yang dipublikasikan dalam bentuk buku dapat memelihara kesinambungan sumbangsih Lemhannas dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial kemasyarakatan.
”Tulisan-tulisan baik yang dipublikasikan dalam bentuk buku maupun dalam bentuk artikel di media massa, akan memelihara kesinambungan sumbangsih lembaga dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara” katanya.

Di hadapan 155 peserta, pada kesempatan itu, Prof. Budi Susilo Soepandji mengemukakan pentingnya peranan media massa dalam pembentukan opini publik. Tulisan di media massa, begitu ujar Gubernur Lemhannas RI, tidak dapat dipandang sebelah mata.

”Kita ketahui, peranan media massa yang begitu dahsyat dalam membentuk dan membangun opini publik” katanya memberi penjelasan tentang pentingnya menulis artikel di media massa.

Lebih lanjut ia mengatakan, gagasan-gagasan yang menginspirasi stakeholder Lemhannas RI, selain melalui buku, juga dapat dihasilkan dari penulisan artikel di berbagai media massa, baik cetak, elektronik maupun online.

Acara pembukaan pelatihan tersebut dihadiri Sekretaris Utama Drs. Chandra Manan mangan, M.Sc.

Narasumber pada pelatihan antara lain Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D, guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Narasumber lainnya berasal dari Harian Sinar Harapan dan staf Pusat Bahasa Indonesia. Menurut kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI Brigadir Jenderal TNI Sahat Aritonang selaku ketua panitia. (bhc/hms/rtm)


 
Berita Terkait Buku
 
• Ahmad Basarah Nilai Buku 'Catatan Merah' Karya Guntur Soekarno Penting Dibaca Generasi Milenial
 
• Fahri Hamzah Luncurkan Buku 'Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia'
 
• Kata-Kata Harus jadi Instrumen Politisi
 
• Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
 
• Ma'rufnomics: Pemikiran KH Ma'ruf Amin tentang Ekonomi Baru Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]