Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Buku
Buku Charles Dickens dihargai Rp5,3 miliar
Sunday 24 Aug 2014 03:24:08

A Tale of Two Cities karya Charles Dickens diyakini sebagai novel terlaris sepanjang masa.(Foto: twitter)
LONDON, Berita HUKUM - Buku novel Charles Dickens, A Tale of Two Cities, yang ditandatangani Dickens dan memuat dan pesan pribadi kepada sesama penulis, George Eliot dihargai seharga £275.000 atau setara dengan Rp5,3 miliar.

Pada tulisan tertanggal Desember 1859 tersebut, tercantum tulisan "kekaguman tinggi dan rasa hormat" terhadap Eliot-- nama samaran penulis Mary Ann Evans.

Buku tersebut dilego oleh Peter Harrington dan saat ini dipamerkan di toko buku di London pusat.
Jika buku tersebut berhasil dijual dengan harga yang diminta, buku ini akan menjadi salah satu buku paling mahal Dickens yang pernah dibeli.

Menurut Peter Harrington, edisi A Tale of Two Cities adalah "karya terbaik Dickens yang pernah ada di pasar dalam satu generasi".

Karya Dickens yang paling berhasil dijual pada pelelangan diyakini dihargai US$290.500 (Rp3,4 miliar) di New York pada 2009 ketika tempat lelang Christie menjual salinan pra-publikasi A Christmas Carol.

Dickens adalah pengagum The Sad Fortunes of Reverend Amos Barton karya Eliot pada tahun 1857 dan mengungkapkan kekagumannya pada "sentuhan feminin" yang ada dalam karyanya.

Tanpa diketahui oleh Dickens, ia dan Eliot sebenarnya pernah bertemu tahun 1852, sebelum Mary Ann Evans mulai menulis di bawah nama samaran laki-lakinya.

A Tale of Two Cities diyakini sebagai novel terlaris sepanjang masa karena berhasil terjual lebih dari 200 juta eksemplar.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Buku
 
• Ahmad Basarah Nilai Buku 'Catatan Merah' Karya Guntur Soekarno Penting Dibaca Generasi Milenial
 
• Fahri Hamzah Luncurkan Buku 'Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia'
 
• Kata-Kata Harus jadi Instrumen Politisi
 
• Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
 
• Ma'rufnomics: Pemikiran KH Ma'ruf Amin tentang Ekonomi Baru Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]